WAPRES MINTA PENGELOLA ZAKAT BERORIENTASI PROGRAM

Kamis, 13 April 2006 11:00

WAPRES MINTA PENGELOLA ZAKAT BERORIENTASI PROGRAM
Jakarta, 13/4 (Pikmas) - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta para pengelola zakat di Indonesia untuk lebih berorientasi pada program kerja daripada hanya sekadar mengedarkan formulir kepada para wajib zakat. "Orang akan lebih banyak membayar zakat kalau melihat adanya suatu kenyataan. Jadi harus menjadi program oriented, jangan formulir oriented," kata Wapres Jusuf Kalla saat pidato membuka Munas IV Asosiasi Organisasi Pengelola Zakat Indonesia di kantor Wapres Jakarta, Kamis. Menurut Wapres, orang akan lebih tertarik untuk membayar zakat apabila melihat ada program yang jelas yang ditawarkan para pengelola Zakat. Jika pengelola zakat, tambah Wapres, misalnya mengajukan program untuk perbaikan masjid, atau perbaikan sekolah dan sebagainya yang nyata-nyata ada, maka orang akan dengan sukarela membayar zakat. "Saya sering ikuti berbagai upacara dan disodori formulir zakat tapi tak pernah setor ke Departemen Agama," kata Wapres yang dismbut tawa para peserta Munas IV. Menurut Wapres, ia sejak lama telah membayar zakat namun tidak melalui badan amil zakat yanag ada. Hal itu, tambahnya, juga terjadi di sebagian masayarakat karena ketidakpercayaan masyarakat terhadap para pengelola zakat. "Kalau kita disodori formulir badan amil zakat, ini alamatnya tentu tak ada orang yang mau membayar," kata Wapres. Olehkarena itu, para pengelola zakat, tambah Wapres, harus mengubah cara dengan berorientasi kepada program yang nyata-nyata dan dapat dilihat serta dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, tambah Wapres, pertama kali yang harus dilakukan adalah perlunya perbaikan-perbaikan bagi para amil zakat (pengelola). Sementara mengenai jumlah zakat yang dikumpulkan, Wapres mengingatkan agar tidak hanya terpaku kepada besarnya jumlah wajib zakat yang ada. Menurut Wapres, sebenarnya potensi zakat di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. "Jadi masalah pokoknya adalah bagaimana bisa meningkatkan kemampuan ekonomi bangsa. Yang pada akhirnya juga meningkatkan kemampuan ekonomi umat," kata Wapres. Dengan meningkatnya kemampuan ekonomi umat, maka pada gilirannya akan menambah jumlah wajib zakat dan ujungnya adalah menambah jumlah zakat yang terkumpul. "Kita tingkatkan semangat dan ekonomi umat nanti kalau umat banyak yang mampu maka zakat akan naik," kata Wapres. Munas IV Asosiasi Organisasi Pengelola Zakat Indonesia ini akan berlangsung dari 13 sampai dengan 15 April di Asrama Haji Pondok Gede. Munas diikuti oleh 200 peserta.
60
Share :

INFORMASI LAINNYA