UMAT ISLAM DAN KRISTIANI SULTENG DIIMBAU TAK TERPANCING PENEMBAKAN

Senin, 16 Oktober 2006 11:00

UMAT ISLAM DAN KRISTIANI SULTENG DIIMBAU TAK TERPANCING PENEMBAKAN
Jakarta, 16/10 (Pinmas) - Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nasaruddin Umar meminta umat Islam dan umat Kristiani tak terpancing peristiwa penembakan terhadap Pdt Irianto Kongkoli, di Palu, Senin pagi. "Kami mengimbau semua pihak, umat Islam dan Kristiani menahan diri dan tidak terpancing peristiwa penembakan itu serta menyerahkannya kepada yang berwajib," kata Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin.    Sekretaris Umum Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) itu tertembak pada Senin pagi pukul 08:15 Wita, oleh dua orang tak dikenal saat berada di toko bangunan "Sinar Sakti" yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi No 76 Palu.    Ia menduga keras, ada pihak yang tidak ingin melihat terciptanya ketentraman dan terus ingin bermain dan mengadu domba antar umat beragama di Sulawesi Tengah.    Jika umat beragama di Palu, Poso, Tentena dan sekitarnya terprovokasi, ujarnya, dikhawatirkan kondisi di kawasan tersebut semakin tidak kondusif dan bisa mengarah pada kekacauan seperti beberapa tahun silam.     "Jangan sampai kita menari di atas tabuhan genderang mereka, karena kekacauan antar umat beragama di Sulteng telah menjadi target mereka. Kita tak ingin masyarakat menjadi korban," katanya.     Ia menyatakan yakin bahwa penembakan pendeta tersebut tak diakui umat Islam, seperti juga penembakan lainnya yang tak diakui umat Kristiani.     Tindakan penembakan, baik yang melukai orang Islam ataupun orang Kristen secara hukum tidak bisa dibenarkan, karena itu pihaknya mengharapkan agar masyarakat menyerahkan seluruhnya kepada hukum.    "Yang jelas selama ini pemerintah sudah cukup proaktif  menyelesaikan berbagai kasus pembantaian di Sulteng," katanya.    Pihaknya berencana akan melakukan long march ke Sulteng seusai Ramadhan bersama Dirjen Protestan dan Dirjen Katholik.     "Kami ingin tunjukkan kepada masyarakat setempat bahwa di tingkat atas kami semua hidup rukun dan damai, karena itu dialog perlu terus dikedepankan," katanya.(Ant/Myd)
60
Share :

INFORMASI LAINNYA