TAHUN 2007, TAHUN PEMBENAHAN PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DEPAG

Senin, 05 Maret 2007 12:00

TAHUN 2007, TAHUN PEMBENAHAN PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DEPAG
Jakarta,(PINMAS). Menteri Agama M. Maftuh Basyuni menyatakan tahun 2007 sebagai tahun pembenahan pendidikan di lingkungan Departemen Agama (Depag). Menurut Menag , selama bertahun-tahun lembaga pendidikan di bawah Depag dianaktirikan. Sekitar 98,1 persen lembaga itu dikelola oleh swasta dan dalam kondisi laa yamutu wala yahya (hidup enggan mati tak mau). "ujarnya Ahad (4/3). Menteri Agama menginginkan, mulai tahun ini tidak ada lagi dikotomi antara sekolah umum dan madrasah. "Bila dikelola dengan benar, madrasah juga bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas ". ujarnya. Madrasah bisa jadi sekolah unggulan. Untuk mencapai sekolah unggulan, antara lain meningkatkan kualitas guru serta membantu pembenahan dan melengkapi fasilitas pendidikan. Menag mencontohakan sistem penerimaan siswa peneriimaan siswa baru (PSB) MAN Insan Cendekia yang akan berubah mulai tahun ini. Tahun ini calo siswa dikhususkan bagi lulusan MTs dan Pondok Pesantren dari semula SMP dan MTs. Selanjutnya beasiswa pemerintah bagi siswa dan guru madrasah juga ditingkatkan. Tahun lalu, sedikitnya 600 lulusan ponpes diberi beasiswa penuh untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pergururn tinggi. Sebanyak 675 guru madrasah tsanawiyah dan aliyah diberi beasiswa untuk melanjutkan strata dua  di 15 pergururan tinggi. Untuk tahun ini akan ditambah lagi jumlahnya " kata Maftuh Basyuni". Bantuan luar negeri, akan dialokasikan untuk pemberdayaan pendidikan ini. Ia mengatakan, besok (hari ini), akan mendampingi Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer meletakan batu pertama pembangunan madrasah di Bekasi. Negara ini akan membantu 500 lebih madrasah di Indonesia".Ujarnya. Sedangkan pemerintah Finlandia sudah nmenyanggupi bantuan laboratorium bahasa untuk 1500 pesantren. Program ini awal 2008 diharapkan sudah berjalan. Menurut Menag, pendidikan sangat penting bagi Indonesia. Disintegrasi bangsa yang ada kaitannya dengan konflik berlatar agama, kata menag, sahsatu pemicunya oleh rendahnya tingkat pendidikan. (Fr. sumber Rplk)
36
Share :

INFORMASI LAINNYA