7 Ponpes di Situbondo Diterjang Banjir

Senin, 11 Februari 2008 12:00

7 Ponpes di Situbondo Diterjang Banjir
Situbondo, 11/2 (Pinmas)--Sebanyak 7 pondok pesantren (ponpes) di Situbondo, Jawa Timur, rusak diterjang banjir bandang pada Sabtu (9/2) lalu. 4 ponpes rusak parah dan salah satu di antaranya rata dengan tanah.Ponpes yang rata dengan tanah adalah Ponpes Darun Najah di Desa Sliwung, Kecamatan Panji. Lembaga pendidikan yang memiliki 150 santri itu berlokasi di bantaran sungai Sampeyan Lama. Tercatat 41 bangunan di ponpes pimpinan KH Ubaidillah Ghazali ini hancur. Bangunan yang hancur, antara lain, 10 gedung MI/MD, 9 asrama santri putra, 7 asrama santri putri, 10 kamar mandi santri putra dan putri, 3 bangunan mushala, serta 2 rumah milik pengasuh.“Alhamdulillah, semua santri Ponpes Darun Najah selamat, meski kondisi sejumlah bangunan ponpes hancur rata dengan tanah. Bangunan yang masih utuh hanya 6 lokal MA Darun Najah, itu pun kondisi gedungnya sebagian ada yang retak,” beber Fauzan Masruri, Ketua Yayasan Ponpes Darun Najah, Ahad (9/2) kemarin.Fauzan menambahkan, akibat diterjang banjir bandang itu, Ponpes Darun Najah tidak mempunyai lagi asrama lagi untuk menampung para santri. Untuk menampung para siswa MD, MI, MTS, serta siswa MA Darun Najah, pihaknya akan menggunakan 6 gedung yang masih tersisa yang sebagian gedungnya retak tersebut.”Karena sejumlah bangunan Ponpes hancur, sebagian santri banyak yang pulang, sedangkan yang lainnya masih menetap. Nah, untuk santri yang menetap ini, sementara kami titipkan kepada para tetangga, itu pun sambil menungu selesainya pembangunan Ponpes yang baru di tempat yang baru pula,” bebernya.Sedangkan, Ponpes Wali Songo di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, hanya digenangi air bercampur lumpur setinggi lutut orang dewasa. Ponpes yang diasuh KH R Cholil As’ad ini mempunyai sekitar 4.100 santri.Genangan air bercampur lumpur setinggi lutut juga terjadi di Ponpes Mambaul Hikam, yang berlokasi di Desa Panji Kidul, serta Ponpes Nurul Huda, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan. Ponpes yang rusak parah lainnya adalah Ponpes Miftahul Ulum, yang berlokasi di bantaran sungai Sampeyan Baru di Jalan Merak, Situbondo. Ponpes yang diasuh KH Syaifullah ini digenangi air campur lumpur setinggi 2 meter lebih. Tembok pagar asrama puteri jebol.Kerusakan hampir sama juga terjadi di Ponpes Raudlatul Tholibin yang memiliki 2.000 santri di Dusun Bantongan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, serta Ponpes Nurul Huda di Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan. Salah satu tembok kedua ponpes ini juga jebol diterjang derasnya arus air bercampur lumpur.“Selain mengakibatkan jebolnya pagar tembok setinggi 2 meter, air bercampur lumpur itu juga masuk ke seluruh kamar yang dihuni para santri. Dalam peristiwa itu tidak satupun santri yang terjebak banjir. Sebab, begitu ada air masuk ke lokasi Ponpes, kami langsung mengungsikan para santri ke tempat yang lebih tinggi,” tandas Habib Muhammad Bin Musthofa Al-Jufri, pengasuh Ponpes Ponpes Nurul HudaPonpes lainnya yang rusak parah adalah Ponpes Nurul Huda, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, serta Ponpes Mambaul Hikam di Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, dengan pengasuh KH Ahmad Sufyan Miftahul Arifin.(nu/ts)
132
Share :

INFORMASI LAINNYA