PEMBINAAN LEMBAGA ZAKAT SE- KOTA BIMA

Selasa, 09 Oktober 2012 11:09

PEMBINAAN LEMBAGA ZAKAT SE- KOTA BIMA
Kota Bima,(9/10/12). Acara yang diselenggaran oleh seksi penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Bima dihadiri oleh 60 peserta dari masing-masing UPZ (Unit Pengumpul Zakat) dan Tokoh Agama Se Kota Bima. Kegiatan berlangsung di Mushola Asmaul Husna Kantor Kemenag Kota Bima. Menurut laporan dari Kasi penyelenggara Zakat dan Wakaf, Hasanuddin Elwakany, S.Ag bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk kembali menyadarkan dan mengingatkan kepada para UPZ dan tokoh mayarakat agar lebih pro aktif dalam melakukan sosialisai tentang pentingnya berzakat. Acara dibuka oleh sambutan Kakamenag Kota Bima Drs. H. Syahrir M.Si, dalam sambutannya kakamenag mengatakan bahwa pembinaan Zakat ini merupakan tindak lanjut dari UU pemerintah No. 23 Th. 2011 yang merupakan revisi dari UU pemerintah No. 38 Th. 2009 tentang Pengelolaan Zakat, serta adanya pergantian nama badan pengelola zakat dari Bazda menjadi Baznas. Pengelolaan zakat dalam pelaksanaannya selama ini masih menemui 4 hambatan, yang menurut kakanmenag sangat mempengaruhi rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, yaitu: 1. Adanya pemahaman dan pengetahuan tentang zakat masih terbatas, baik pada pengelolaanya maupun pada masyarakat. 2. Sikap tradisional masyarakat yang masih menganggap ustad dan guru ngaji sebagai tempat penyaluran zakat yang lebih pantas. 3. Adanya kekawatiran masyarakat terhadap pengelolaan zakat, karena adanya anggapan bahwa pengelola zakat dalam penyalurannya lebih mementingkan keluarga sendiri. 4. Minimnya partisipasi lembaga dan ormas islam dalam menyampaikan dan membahas hal yang berkaitan dengan zakat. Maka untuk menindaklanjuti hal tersebut, lebih lanjut kakamenag mengingatkan pada pengelola zakat agar bertindak secara professional, dapat mengelola dengan ilmu dan pengetahuan dengan dasar ilmu agama serta amanah dalam pelaksanaannya, agar sasarannya bisa tercapai kepada orang yang berhak menerima. Sebelum menutup sambutannya kakamenag kembali mangingatkan tentang kesadaran berzakat ini agar bisa dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan, serta bisa membuat program yang lebih baik lagi agar pengelolaan zakat benar-benar bisa mencapai hasil yang maksimal. Faisal A. – Humas Kemenag Kota Bima
62
Share :

INFORMASI LAINNYA