Dirjen Potensi Pertahan : Guru Dapat Menanamkan Nilai-nilai Bela Negara Secara Terintegrasi Kedalam Kurikulum

Rabu, 19 Februari 2014 15:37

Dirjen Potensi Pertahan : Guru Dapat  Menanamkan Nilai-nilai Bela Negara Secara Terintegrasi Kedalam Kurikulum

Mataram, (Inmas)_Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melaksanakan Bimbingan Tekhnis Pembinaan Kesadaran Bela Negara Bagi (Bimnis PKBN) Guru MTs di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat di Hotel Lombok Raya yang dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 19 s.d 20 pebruari 2014. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan kemampuan kepada Guru MTs dalam mentransformasikan nilai-nilai bela negara kepada peserta didik dengan motode yang informatif dengan sasaran memperluas pemahman dan kemampuan guru MTs dalam mengimplementasikan dan mengintegrasikan nilai-nilai bela negara kedalam materi pelajaran agama islam.  

Hadir dalam acara pembukaan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah H. Jalalussayuti, SS, M.Pd yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. NTB, sekaligus juga sebagai Narasumber, bersama dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se-Pulau Lombok.

Dalam amanatnya Dirjen Potensi Pertahanan yang dibacakan oleh Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Laksamana Pertama TNI Sudarsono, ST, M.Sc,  menyatakan bahwa, penanaman suatu nilai tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dilakukan secara dini dan terus menerus melalui pendidikan, guna membangun watak dan karakter serta jati diri sebagai pribadi, masyarakat maupun sebagai warga bangsa.

“Dipilihnya Nusa Tenggara Barat dalam Bimnis PKBN ini karena Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki posisi strategis yang secara geografis berdekatan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan berdekatan pula dengan Pulau Bali sebagai Pusat Pariwisata dunia, sehingga rawan terhadap pengaruh dan potensi ancaman yang datang dari luar”.

Lebih lanjut disampaikan bahwa membangun kesadaran bela negara melalui pengintegrasian nilai bela negara ke dalam kurikulum pendidikan tidaklah mudah, karena disamping dihadapkan dengan beban pelajaran yang sudah padat juga materi dan mata pelajaran (red) yang  diatur dalam kurikulum Madrasah dan kurikulum  pendidikan nasional, akan tetapi “paling tidak hal ini akan memperkaya implementasi Kurikulum 2013 yang sudah dan segara akan diberlakukan di Madrasah dan dalam pelaksanaannya sangat tergantung pada bagaimana kreasi, inovasi dan improvisasi guru dalam menanamkan nilai-nilai bela negara secara terintegrasi kedalam kurikulum madrasah”.

“Karena pada jenjang MTs peserta didik mulai memasuki usia remaja yang sedang dalam masa pencarian eksistensi dirinya melalui berbagai aktifitas yang dilakukan, namun sudah memiliki wawasan berfikir yang semakin meluas dan mulai berfikir logis, sehingga penanaman nilai bela negara harus tetap mengedepankan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga sehing”.

Sehingga melalui upaya ini diharapkan akan terwujud peserta didik yang akan memiliki karakter dan keperibadian luhur, serta memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai Islami (M@).

52
Share :

INFORMASI LAINNYA