Pembinaan di Kabupaten Lombok Utara, Kakanwil: PNS Adalah Pelayan Masyarakat

Senin, 19 Januari 2015 15:30

Pembinaan di Kabupaten Lombok Utara, Kakanwil: PNS Adalah Pelayan Masyarakat

Mataram, Inmas_ Kunjungan Pembinaan Kakanwil memasuki Kabupaten Lombok Utara (KLU) dilaksanakan hari ini (senin, 19/1/2015) bertempat di aula pertemuan Kantor Kemenag Lombok Utara. Seluruh karyawan/karyawati KLU berjumlah 84 orang memenuhi aula, menyimak dengan seksama pemaparan Kakankemenag dan Kakanwil. Hadir pula dalam acara ini pejabat eselon III dan IV Kanwil dan Kankemenag KLU.

Membuka acara ini, usai pembacaan ayat suci Al-Quran, Kankemenag KLU menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kakanwil beserta jajaran dalam kegiatan kunjungan ini. Momen ini menurutnya sangat baik sebab KLU merupakan daerah pemekaran baru dimana banyak hal masih perlu dibenahi dari berbagai aspek penyelenggaraannya. Ia mengingatkan beberapa tahun terakhir, kankemenag lombok utara sendiri baru sejak tahun 2014 memperoleh Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

Seraya menjelaskan beberapa kendala yang dihadapi, ia meminta kepada Kakanwil kiranya dapat menjadi perhatian sehingga pelaksanaan program dan kegiatan di KLU senantiasa dapat berjalan sesuai dengan harapan. Misalnya, lanjutnya, harapan untuk mengusulkan tripologi baru bagi kemenag KLU, kiranya dapat mengakomodir Pembimas Hindu dan Budha dalam struktur organisasinya. Selain itu, harapan juga ditunjukkan agar di KLU dapat dibangun Madrasah Negeri. Hal ini menurutnya dalam rangka menjawab kebutuhan dan tuntutan dalam pelayanan masyarakat demi pelayanan prima, melakukan pembinaan dan melaksanakan hubungan dengan pemda dan instansi terkait.Kakankemenag juga menjelaskan bagaimana kerjasama dengan pemda dinilai cukup harmonis, misalnya pelaksanaan safari jumat dan banyak kegiatan lainnya.

Kakanwil dalam pembinaannya menyampaikan beberapa pesan kepada karyawan/karyawati diantaranya pentingnya 5 nilai budaya kerja Kementerian Agama (integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan). Ia meminta kepada seluruh jajarannya untuk melaksanakan tugas dengan berlandaskan kepada 5 nilai dimaksud.

Menurut Kakanwil, integritas dimaknai secara luas mencakup ranah etika dan estetika, etika terkait moral, kejujuran, saling menghargai, saling menghormati dan sebagainya. Profesional merupakan pelaksanaan tugas yang sesuai dengan bidang dan fungsi yang diemban, “PNS merupakan pelayan masyarakat”, tegasnya. Interpretasi pelaksanaan tugas adalah bagian terpenting dalam memaknai nilai profesionalitas.

Sebagai pelayan masyarakat, menurut Kakanwil, seluruh pejabat termasuk PNS harus turun dan melihat secara langsung kondisi yang sedang berlangsung di masyarakat. Konsultasi dan koordinasi dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen yang dipandang penting demi terlaksananya pelayanan terbaik. Pada pembinaan kali ini, Kakanwil banyak menekankan pentingnya kedudukan dan kualitas guru, pengawas, serta inovasi pembelajaran di kelas. Komponen pendidikan menurutnya adalah tanggung jawab bersama.

Pada kesempatan yang sama Kakanwil juga mengapresiasi tugas berat KUA, dimana tugas berat yang diemban sangat menentukan citra kementerian agama karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Ia mengusulkan supaya jabatan KUA kiranya dapat disejajarkan dengan seorang Camat. Hal ini sejalan dengan pembenahan yang berlangsung pada Kementerian Agama. Berdasarkan instruksi Kakanwil, dalam waktu dekat akan dibentuk Satgas Gratifikasi pada KUA Kecamatan.amr

41
Share :

INFORMASI LAINNYA