Bupati Sumbawa Membuka Konfercab NU Cab.Sumbawa

Senin, 18 Mei 2015 11:05

Bupati Sumbawa Membuka Konfercab NU Cab.Sumbawa

Sumbawa Besar, 16 Mei 2015, Inmas MAN 1 Sumbawa Bupati Sumbawa Membuka Konfercab NU Cab. Sumbawa Bertempat di Hotel Suci Sumbawa Besar, berlangsung kegiatan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumbawa ke : 22 masa bhakti 2015-2020 yang berlangsung sehari yang dimulai dari pukul 08.30 dan berakhir pada pukul 18.00 wita, sementara pada kegiatan pembukaan sampai pukul 10.00 wita.

Hadir dalam acara pembukaan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumbawa Bupati Sumbawa,Muspida,Ketua DPRD Sumbawa, Para kepala SKPD termasuk Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, , Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta peserta masing masing MWC (Musyawarah Wakil Cabang) sebanyak 24 Kecamatan se Kabupaten Sumbawa utusan masing masing wakil cabang sebanyak 3 orang peserta terdiri dari Tanfidziyah, Syuriah dan peninjau. Pra acara Pembacaan Kalam Ilhai oleh H.Burhanuddin SH,MH,MM dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesua Raya dan Mars NU oleh Muslimat dan Fayat NU, laporan Ketua Panitia pelaksana kegiatan oleh Madya Yacub Zain SH,SE,MM serta dilanjutkan sambutan sambutan :

1. Sambutan Ketua PCNU Kabupaten Sumbawa H.A.Rachman Muchtar SE,MBA,M.SC, sekaligus menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban Ketua PC.NU Kabupaten Sumbawa serta keberhasilan yang telah dicapai selama 5 tahun dalam masa khidmat 2010-2015 , antara lain :

 NU, seperti yang dikatakan oleh KH. Achmad Siddiq ibarat kereta api dengan seluruh gerbongnya. Gerbong utamanya adalah Rois Suriyah dan Badannya adalah Tanfidziyah sedangkan gerbong-gerbong di belakangnya adalah badan-badan otonom, yayasan maupun lembaga-lembaga khusus NU. Tamsil ini sangat menarik karena menggambarkan betapa NU merupakan sebuah keluarga besar, dengan beberapa cabang keluarga yang berjalan dalam satu rel dengan satu tujuan, begitu pula dengan “Kereta Api” NU Sumbawa, bila dibandingkan dengan daerah-daerah lain, terutama di pulau Jawa, yang NU nya sudah maju, kereta api NU Sumbawa ini bentuknya masih sangat sederhana, gerbongnyapun masih minim, jalannnya yang masih lamban, begitu pula dengan penumpangnya yang masih terbatas. Untuk membuat kereta api yang mewah, yang dapat melaju dengan cepat seperti kereta api Jepang, tidak semudah membalikkan telapak tangan apalagi dalam masa kepengurusan yang hanya 5 tahun.

 Untuk menjadi sebuah organisasi yang besar, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, dan yang paling sulit adalah memunculkan kesadaran dari seluruh pihak untuk bersama-sama membangun NU, karena tidak semua orang memiliki kesadaran dan himmah perjuangan, dan tidak semua orang memiliki tanggung jawab dalam membesarkan NU.

 NU Sumbawa akan berkembang apa adanya ketika ia juga dikembangkan dengan apa adanya. Dibutuhkan pengorbanan yang besar dari seluruh pihak, bukan hanya dari pribadi-pribadi tertentu, tapi dari seluruh komponen yang ada. Untuk itulah, melalui kesempatan ini, mari kita sama-sama instrospeksi diri, dan bertanya pada diri kita sendiri apakah kita termasuk orang-orang yang jujur dan betul-betul berjuang untuk membangun NU ataukah sebaliknya. Bila NU diibaratkan sebagai sebagai kereta api, maka seluruh gerbong harus bergerak bersama, baik gerbong yang bersifat kelembagaan maupun individu.

 Ke depan, semoga NU Sumbawa tetap utuh dan terus berkarya dalam rangka membangun Sumbawa dengan tetap menjaga kerukunan, saling menghargai antara satu dengan yang lain. Apa yang disampaikan oleh Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari dalam acara pembukaan Muktamar pertama NU di Surabaya tahun 1927 kiranya dapat menjadi bahan renungan bersama bahwa perpecahan adalah penyebab kelemahan, kekalahan dan kemacetan, sumber keruntuhan dan kebinasaan, dan penyebab kehinaan dan kenistaan. Betapa banyak keluarga besar, semula hidup dalam keadaan makmur, rumah-rumah penuh dengan penghuni, sampai suatu ketika kalajengking perpecahan merayapi mereka dan setanpun melakukan perannya. Mereka kocar-kacir tidak karuan, dan rumah-rumah mereka runtuh berantakan. Mudah-mudahan NU Sumbawa tidak menjadi seperti apa yang disampaikan oleh beliau Hadratis Syekh KH. Hasyim Asy’ari, amin Ya Robbal ‘alamin.

 Dalam masa kepengurusan selama lima tahun ini, syukur alhamdulillah banyak perubahan yang telah terjadi. Kami membangun NU dengan kesadaran bahwa NU merupakan sebuah lembaga besar yang terdiri dari orang-orang besar dan istimewa dan dengan tujuan yang besar pula. Lima tahun yang lalu, kami menerima tugas yang diberikan kepada kami, dan kami menganggap itu sebagai sebuah amanah, bukan hanya amanah dari warga Nahdliyin Sumbawa, tapi juga dari para pendiri NU. Dalam masa itu, banyak program yang direncanakan, dan syukur alhamdulillah banyak pula yang berhasil direalisasikan.

Pada kesempatan ini, dalam suasana yang penuh keakraban ini, kami ingin melaporkan beberapa program yang berhasil dilaksanakan dari beberapa bidang pengembangan, baik yang bersifat umum atau khusus maupun yang langsung dilaksanakan oleh NU maupun melalui badan-badan otonom, lembaga maupun yayasan yang bernaung di bawah NU.

I. Bidang Keorganisasian Organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu memperluas jangkauan wilayahnya sampai ke tingkat terkecil, dan memperkuat seluruh unsur yang ada dalam organisasi menjadi sebuah kekuatan yang bersatu padu. Untuk itulah, dengan mengacu pada filosofi ini, maka pada tahun 2011, PC NU Sumbawa membentuk sekaligus menerbitkan SURAT KEPUTUSAN Tentang PENGESAHAN PENGURUS MAJELIS WAKIL CABANG NAHDLATUL ULAMA di 24 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Selain itu, PC NU Sumbawa pada periode 2010/2015 ini juga berhasil mendirikan beberapa lembaga baru, diantaranya ;

1) LPPNU (Lembaga Pengembangan Pertanian NU) yang dibentuk tahun 2011,

2) LESBUMI (Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia) tahun 2012,

3) PERGUNU Sumbawa tahun 2013,

4) Jam’iyyatul Qurra’ Wal-Huffazh (JQH) PCNU Kabupaten Sumbawa masa khidmad 2013-2018.

5) Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) Semua lembaga ini merupakan kepanjangan tangan NU Sumbawa dalam melaksanakan berbagai program kegiatan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang diikuti oleh PCNU Sumbawa di luar Kabupaten Sumbawa, diantaranya :

1. Mengikuti Muktamar NU yang dilaksanakan pada tahun 2010 di Makasar,

2. Mengikuti Pelatihan Kader Penggerak NU Angkatan III, yang dilaksanakan tanggal 30 Agustus s/d 6 September 2012 di Rangas Dengklok, Bekasi.

3. Mengikuti RAPIMNAS LTMNU, yang dilaksanakan tanggal 15 s/d 17 Januari 2013, di Kabupaten Sumbawa Barat,

4. Munas Alim Ulama NU Di Jawa Barat

5. Mengikuti dan mengikutsertakan 24 MWC dalam Kegiatan Muswil di Wisma Nusantara Mataram Selama 3 hari

6. Mengikuti dan mengikutsertakan 24 MWC dalam Kegiatan Tabligh Akbar Indonesia bersatu Warga NU di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah. 7. Kegiatan akbar yang dilaksakan oleh PC NU Sumbawa pada periode ini yang melibatkan seluruh komponen NU adalah HARLAH NU tanggal 21 April 2014 di Lapangan Pahlawan Sumbawa Besar.HARLAH Akbar NU ini dihadiri secara langsung oleh Sekjen PBNU Pusat ( DR.H. Marsudi Su’ud, MA ), Menteri PDT ( DR. Helmi Faizal), dan artis ibu kota ( Ridho Rhoma ).

8. Mengukuti Acara Simulasi Pananggulangan Teroris, yang diadakan oleh BNPT di Depok Jakarta pada tanggal 28 s/d 31 Desember 2014 yg diikuti oleh Rois Syuriyah dan ketua Tanfidziyah PCNU seluruh Indonesia Salah satu hal yang menjamin keberlangsungan dan perkembangan sebuah lembaga adalah kemampuan para pengurusnya untuk membangun komunikasi, membangun jaringan yang seluas-luasnya dengan instansi pemerintah maupun instansi-intsansi lain, baik yang ada di daerah maupun nasional.

Pada kepengurusan ini berhasil dibangun kerja sama dengan Kementerian PDT sehingga berhasil melahirkan beberapa program yang sangat bermanfaat. Begitu pula dengan Organisasi Islam yang ada di Jakarta seperti Jam’iyyatul Qurra’ Wal-Huffazh di Jakarta.

9. Dan lain lain yang belum dapat diuraikan satu persatu dalam LPJ. II. Bidang Pendidikan

 Bidang ini merupakan salah satu bidang yang menjadii prioritas kepengurusan pada periode ini. Melalui yayasan pendidikan yang sudah ada yaitu Yayasan Pendidikan Al-Ma’arif, NU mendirikan SMK Kesehatan al-Ma’rif pada tahun 2011. Syukur Alhamdulillah, dari mulai didirikan sampai saat ini SMK Kesehatan al-Ma’arif terus tumbuh dan berkembang, dan pada tahun 2014 telah berhasil meluluskan seluruh siswa ( 100 ) pada kelulusan pertama dengan nilai rata-rata tertinggi nomor 3 untuk seluruh SMK se Kabupaten Sumbawa, sebuah prestasi yang membanggakan bagi sebuah sekolah yang baru didirikan, dan juga mudah-mudahan tahun ini prestasi yang sama juga dapat diraih oleh seluruh siwa kelas 3 yang baru-baru ini menyelesaikan Ujian Nasional. Begitu pula pada tahun 2015 ini, SMK Kesehatan Al-Ma’arif Sumbawa, berhasil meluluskan siswanya 100 Pada tahun berikutnya, yaitu tahun 2012, NU melalui Yayasan Pendidikan al-Ma’arif mendirikan RUMPIN atau Rumah Pintar bekerjasama dengan SIKIB (Sekretariat Isteri-isteri Kabinet Indonesia Bersatu).

Dari hasil kerjasama ini, RUMPIN Sumbawa mendapat bantuan beberapa unit komputer, buku, alat-alat permainan anak-anak, Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) yang sampai saat ini masih berjalan dengan baik. Salah satu lembaga NU yang bergerak di dunia pendidikan adalah PERGUNU, yaitu Persatuan Guru-guru NU. Melalui kerjasama dengan Kementrian Pendidikan Nasional RI dan PERGUNU Pusat, PERGUNU Sumbawa berhasil menyelenggarakan sebuah kegiatan berskala nasional, yaitu Training of Trainers (TOT) Desain Pembelajaran Aktif (Active Learning) Bagi Guru SMP NU se-Indonesia Timur tahun 2013, yang dilaksanakan di Hotel Parahyangan, tanggal 11 s/d 13 Desember 2013. Salah satu badan otonom NU yang bertugas untuk membangun dan mengembangkan pertanian adalah LPPNU, Lembaga Pengembangan Pertanian NU.

Bekerjasama dengan Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal (KPDT) dalam Program Fasilitasi Pengembangan Sumber Daya Hayati di Daerah Tertinggal, LPPNU Sumbawa berhasil menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Kopi dalam 3 tahap tahun 2013., dan seluruh tahapan pelatihan tersebut telah dibuka dan ditutup oleh Ketua PCNU Kabupaten Sumbawa Serta melaksanakan dan mengembangkan budidaya jamur tiram.

III. Bidang Penggalian Sejarah dan Kebudayaan Lokal Pada bidang ini, PC NU berkiprah melalui LESBUMI Sumbawa dengan tujuan utama yaitu membangun kebudayaan dan sejarah lokal secara multi dimensional dengan melakukan penelusuran, pendataan serta pengkajian dan penelitian secara intensif dan berkesinambungan. Hasilnya adalah beberapa tulisan yang berkaitan dengan sejarah, budaya maupun ilmu tasawuf lokal. Selain itu LESBUMI juga berhasil menemukan beberapa kitab tua Sumbawa yang selanjutnya diserahkan kepada NU untuk dikaji dan dianalisis kembali melalui BAHSUL MASAIL. Kedepan, LESBUMI diharapkan dapat menjadi Bank Data tentang berbagai hal yang berkaitan dengan Budaya dan Sejarah Sumbawa.

IV. Bidang Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Pada bidang ini, kepengurusan ini belum dapat berkarya secara optimal masih bersifat temporer atau insidentil dalam bentuk bantuan sederhana yang diberikan kepada warga nahdliyin yang ada di Sumbawa. Mudah-mudahan rencana PC NU Sumbawa periode ini untuk membangun sentra-sentra produksi yang kuat yang bertujuan untuk membantu penguatan ekonomi warga nahdliyin khususnya dan masyarakat Sumbawa pada umumnya dapat direalisasikan pada periode berikutnya. Itulah beberapa program yang berhasil dilaksanakan pada masa kepengurusan ini sesuai dengan sumber daya dan kemampuan yang ada. Mskipun belum banyak yang dapat kami perbuat, tapi inilah batas kemampuan yang diberikan oleh Allah SWT kepada kami. Kami menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna, karena seperti kata pepatah tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT.

Mudah-mudahan Laporan Pertanggungjawaban ini dapat menjadi pertimbangan seluruh peserta KONFERCAB untuk dapat diterima dan selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi pengurus periode berikutnya. Selanjutnya sebagai akhir kata dari kami , semoga pelaksanaan KONFERCAB KE.XXII Tahun 2015 ini, akan berjalan dengan lancar dan dapat menghasilkan Output yang bermanfaat bagi warga Nahdlatul Ulama Di Sumbawa Kedepan. Amin.

Dalam kegiatan ini Bupati Sumbawa Bapak Drs.H.Jamaluddin Malik, member sambutan sekaligus membuka acara secara resmi Konferensi Cabang NU Kabupaten Sumbawa, Sambutan Ketua Pengurus Wilayah NU NTB yang disampaikan oleh Dr.H.Masnun Tahir, MA dan Doa oleh KH.Moh. Zain Arrasyid Ro’is Syuriah PC NU Sumbawa. Dalam rapat Pleno yang dipimpin oleh Drs. Ahmad Saichu Rauf, MSi dibahas tata tertib pemilihan Rois Syuriah dan Tanfidziah sesuai Anggaran Dasar dan Rumah Tangga , serta sidang komisi serta hasilnya diserahkan oleh Pimpinan Sidang , dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekjen NU NTB Ir.H.Lalu Winengan M.Yunus, MM banyak memberikan wejangan dan arahan yang sangat berarti sebagai pedoman dalam pelaksanaan Konfercab NU 2015. Dari Hasil Konfercab ke 22 ini terpilih kembali sebagai Ketua Tanfidziah H.A.Rachman Muchtar SE,MBA,M.SC karena peserta Konferensi Cabang yang mendukung Ketua lama periode 2010-2015 sebanyak 99 % dan Rois syuriah KH.Moh. Zain Arrasyid , dan Ketua Dewan Mustasyar Bapak Drs.H.Jamaluddin Malik, sedangkan susunan pengurus PCNU Kabupaten Sumbawa masa khidmat 2015-2020 disusun oleh team formatur terdiri dari , Ketua PCNU Kabupaten Sumbawa H.A.Rachman Muchtar SE,MBA,M.SC sebagai Ketua formatur , sedangkan sebagai Sekretaris Madya Yacub Zain SH,SE,MM dan Bendahara H.Djoko Pitoyo, S.Sos serta susunan lengkap masih dalam proses penyelesaian dan Insya Allah dalam waktu 7 hr usulan penetapan Surat Keputusan Pengurus dapat diselesaiakan .

(sumber berita H.Doko Pitoyo/ bendahara NU sumbawa).

131
Share :

INFORMASI LAINNYA