Peran KUA Menjadi Penting Sebagai Ujung Tombak Kementerian Agama

Kamis, 17 Maret 2016 17:27

Peran KUA Menjadi Penting Sebagai Ujung Tombak Kementerian Agama

Mataram INMAS,_Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dilingkungan Kanwil Kementrian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki posisi yang sangat strategis. Dalam ranah yang lebih umum, Bimas Islam memiliki tugas yang sangat luas, mulai dari masalah pernikahan, kemasjidan, produk halal, penerangan Agama Islam, kerukunan internal umat islam, pemberdayaan zakat dan wakaf. Berbagai peristiwa yang berhubungan dengan layanan pada jajaran Bimas Islam khususnya di tingkat KUA Kecamatan masih sering terdengar adanya pungutan liar dan gratifikasi di tengah-tengah masyarakat hal ini menjadi indikator bahwa pelayanan Bimas Islam belum maksimal dan optimal.

Tugas Kementerian Agama dalam bidang peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama mempertegas posisi Negara sebagai pelindung, fasilitator dan motivator terhadap eksistensi dan pengembangan peran agama. Mayarakat sebagai objek, sekaligus subjek bersama pemerintah dalam pelayanan kehidupan beragama harus diberi ruang yang luas dalam upaya pengembangan pelayanan kehidupan beragama mereka.

Berdasarkan hal tersebut. Bidang Bimas Islam sangat perlu menyelenggarakan Rakor Bimas Islam Tahun 2016 yang meliputi, Seluruh Kepala Seksi Bimas Islam pada Kemenag Kab./Kota se Nusa Tenggara Barat, Kepala KUA Kecamatan Se-Nusa Tenggara Barat, Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) baik tingkat Provinsi maupun BAZNAS Tingkat Kab./Kota Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta Pengelola PNBP pada Seksi Bimas Islam Kemenag Kab./Kota dengan 145 peserta se Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 16 sampai dengan 18 Maret 2016 di Hotel Golden Tulip Mataram.

Ungkapan ini disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH dalam acara Rapat Koordinasi Bimas Islam yang sekaligus membuka secara resmi dimulainya kegiatan ini kemarin (Rabu, 16 Maret 2016) dengan maksud forum ini dapat dijadikan sarana koordinasi dan bertukar pikiran tentang program Bimbingan Masyarakat Islam antara pejabat dan jajaran Bimas Islam bersama Kepala KUA Kecamatan, pengurus Baznas, Pengurus BWI dan pengurus BP4 di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB dalam upaya untuk meningkakan kualitas pembimbingan, pelayanan, pemberdayaan, dan pengembangan masyarakat Islam dalam bidang pernikahan, kemasjidan, produk halal, hisab rukyat dan pembinaan syariah, penerangan Islam, kerukunan internal umat Islam, konseling pernikahan/Suscatin serta pemberdayaan dan pengembangan zakat dan wakaf.

Sebelumnya Ketua Panitia Penyelenggara H. Abd. Aziz Fahmi, S.Ag dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan Rapat Koordinasi ini disamping sebagai evaluasi pelaksanaan program dan pelayanan di bidang Bimas Islam baik berupa pencapaian kinerja, hambatan yang muncul maupun rekomendasi untuk solusinya, juga bertujuan untuk menyusun langkah strategis serta diskusi-diskusi dalam hal pelaksanaan kegiatan layanan aparatur Bimas Islam baik tingkat Provinsi, Tingkat Kabupaten/Kota maupun dengan dan antar pengurus BP4, BWI dan Baznas, serta untuk menyamakan visi dan persepsi tentang berbagai hal aktual yang berkaitan dengan bidang tugas Bimas Islam yang akan dibahas dalam rapat-rapat komisi untuk selanjutnya diteruskan ke forum sidang pleno. (miq olah)

216
Share :

INFORMASI LAINNYA