KEPALA MAN 2 MATARAM MEMADU JANJI BERSAMA SISWA KLS XII BERSEPAKAT BERPRESTASI TINGGI

Kamis, 24 Maret 2016 06:51

KEPALA MAN 2 MATARAM MEMADU JANJI  BERSAMA SISWA KLS XII BERSEPAKAT BERPRESTASI TINGGI

Memadu janji bersama untuk tujuan cita-cita yang mulia adalah sikap demokratis yang ideal dalam kehidupan. Dengan berjanji bersama akan muncul sikap berjuang bersama untuk mencapai tujuan yang diharapkan bersama. Begitulah kira-kira yang terbersit dalam hati Kepala Madrasah bersama para siswa dalam suasana pengarahan di Gedung Sanggar Seni Al-Kautsar MAN 2 Mataram, sehingga suara bergema para siswa menyutujui untuk berjuang mencapai nilai yang paling tinggi di NTB, semoga demikian adanya. Kepala Madrasah Drs. L. Syauki MS, M.Pd. menyampaikan gambaran hasil tryout bersama yang diselenggarakan oleh Dinas, ”Bahwa nilai untuk kalangan lembaga Madrasah se-NTB, MAN 2 Mataram, hampir semua mapel mencapai nilai yang paling tinggi, kecuali hanya satu mata pelajaran yang berada di urutan kedua. Pada UN tahun lalu antar seluruh sekolah SMA/SMK maupun MA se-NTB, MAN 2 Mataram kalah dengan dua SMA yang cukup ternama yang berada di Mataram, dan hal ini yang harus menjadi PR bersama untuk bisa melampauinya”, tegas Kepala Madrasah yang disambut semangat oleh para siswa. Lalu kepala Madrasah memadu janji dengan semua siswa-siswi yang berada Gedung Sanggar Seni, bahwa untuk UN nanti, bersama berjuang dengan mempersiapkan diri dari sekarang untuk mampu melampaui semuanya, karena menurut beliau ada peluang dengan model ujian yang berbasis komputer atau UNBK dan yang peluang untuk berbuat curang mungkin sangat sulit. Untuk itulah, Kepala Madrasah mengingatkan dan mewanti-wanti untuk belajar rajin, banyak berdoa, serta jangan sekali-sekali terlintas walaupun hanya dalam mimpi untuk berharap dan menanti bocoran kunci jawaban seperti para siswa tahun lalu. Demikian juga dalam petuah spiritual ustadz Subhan, M.Pd. menyampaikan himbauan hal sama seperti Kepala Madrasah dan disertai dengan memberikan analogi singkat namun sangat esensial. Beliau menganalogikan korek api yang terbuat dari hanya setangkai ranting pohon ditengah hutan lebat yang bila satu batang saja korek api itu digunakan untuk hal yang salah, maka akan dapat menghanguskan berhektar hutan atau pun beribu-ribu bahkan berjuta bangunan rumah hangus terbakar. Oleh karena itu, beliau menghimbau untuk menghindari jalan yang salah dalam berupaya mencapai tujuan mulia. Kesalahan seseorang siswa dampak buruknya, bukan ruginya hanya untuk orang itu saja, tapi bagi keluarga, Madrasah, masyarakat sekitar, dan bagi bangsa. Sementara pada bagian awal, sebagai pengantar pertemuan pengarahan, pada tanggal 21 Maret 2016 tersebut, Wakamad Kesiswaan L. Ahmad Fahruddin, S.Ag., M.Pd. menyampikan informasi tentang perkembangan para siswa yang mengikuti proses masuk ke Perguruan Tinggi dengan berbagai jalur ke beberapa Perguruan Tinggi yang telah dipilih. Acara pengarahan dari Kepala Madrasah dihadiri pula oleh beberapa guru, terutama guru yang mengajar di kelas XII. Mataram, 22 Maret 2016 (Usup, Fahru, Meci)

88
Share :

INFORMASI LAINNYA

PROFIL KAKANWIL
Jumat, 11 September 2015 07:09
Menjaga Diri Dari Pergaulan Bebas.
Jumat, 11 Januari 2019 08:29