WORKSHOP PENINGKATAN WAWASAN MULTIKULTUR DAN DIALOG LINTAS AGAMA KAB.DOMPU TAHUN 2016

Jumat, 15 April 2016 05:16

WORKSHOP PENINGKATAN WAWASAN MULTIKULTUR DAN DIALOG LINTAS AGAMA KAB.DOMPU TAHUN 2016

Dompu_Humas, Negara Indonesia adalah Negara yang memiliki banyak ragam budaya dan agama mulai dari sabang sampai merauke, sesuai dengan sila ketiga persatuan Indonesia, untuk terciptanya Negara yang aman damai perlu adanya peningkatan wawasan multikultur dan dialog dengan elemen-elemen terkait. Berbicara kerukunan merupakan salah satu agenda yang starategis sebagai pondasi untuk meletakkan dan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, tanpa adanya kerukunan , maka berbagai program pembangunan bangsa oleh pemerintah tidak akan berjalan dengan baik dan menemukan jalan buntu, pada tahun inilah kerukunan umat beragama harus diupayakan bersama oleh segenap elemen bangsa yang sadar dan pentingnya pembangunan budaya hukum.

Berbagai macam program Kementerian Agama baik di pusat maupun di daerah terkait masalah kerukunan umat beragama beberapa tahun itu menunjukkan hasil yang cukup baik. Kerukunan umat beragama bukan merupakan suatu steknan dan final namun harus mengalami perubahan, kadang sangat sederhana tetapi pada kondisi tertentu sangat kompleks terkait dinamika social yang berkembang. Kepekaan terhadap dinamika kehidupan social terkait kerukunan umat beragama yang harus dimilki oleh kita semua yang memiliki tekad menjaga kelestarian kerukunan umat beragama. Maka Sub Bagian Tata Usaha Kantro Kementerian Agama Kab.Dompu Kamis, 14/04/2016 menganggap perlu untuk melakukan pembinaan antar kerukuanan umat beragama yang dilaksanakan di gedung PKK Kab.Dompu yang dihadiri oleh Bupati Dompu atau pejabat yang mewakili Kesra Pengkab Dompu Ketua FKUB Kasi-kasi Penyelenggara Kepala KUA Se-Kab.Dompu dan Toga Toma sebanyak 50 orang dan nara sumber dari Kepolisian dan Badan Intelejen Negara, ungkap ketua Panitia,Drs.A.Gani Malik. Bumi Ngahi Rawi Pahu kaya akan perbedaan karena Dompu memiliki ragam agama. Menghargai dan menghormati perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan dan kearifan, buktinya delapan kecamatan di kabupaten Dompu selalu menjunjung tinggi nilai kerukunan antar umat beragama sehingga terjadinya keharmonisan antar umat beragama. Timbulnya konflik dipersoalan agama adalah biasanya terjadi dipermasalahan pendirian rumah ibadah, penyiaran agama, penikahan beda agama dan penodaan/penistaan agama.Dengan adanya workshop ini diharapkan agar sama-sama bisa memahami keberagaman atau kebina tuggal ikaan guna diwujudkan dibumi Ngahi Rawi Pahu ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Dompu Drs.H.Syamsul H.Ilyas pada Peserta Workshop.

Dalam kesempatan yang sama sambutan Bupati Dompu atau pejabat yang mewakili H.Jukifli Lubis juga menegaskan dengan adanya worksop ini para peserta diharapkan agar dapat mensosialisasikan bahaya penggunaan narkoba atau narkotika karena narkoba sudah merajalela dan Indonesia sudah termasuk zona merah dalam penggunaan Narkoba.(Taqdir)

84
Share :

INFORMASI LAINNYA

apel
Jumat, 05 Februari 2016 09:02