KEPALA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA MATARAM MEMBERIKAN MATERI KEGIATAN MANASIK HAJI TAHUN 1437 H / 2016 M

Kamis, 19 Mei 2016 09:38

KEPALA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA MATARAM MEMBERIKAN MATERI KEGIATAN MANASIK HAJI TAHUN 1437 H / 2016 M

Mataram, Inmas, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram memimpin Kegiatan Manasik Haji Tahun 1437 H / 2016 M tanggal 17/05/2016 dilaksanakan di Masjid Al-Muttaqin Cakranegara, didampingi Kepala Seksi PHU H. Muhammad A, SH.MH, Kepala Seksi Bimas Islam, Penyelenggara Bimas Islam, Kepala KUA Kecamatan se Kota Mataram.

Dalam Pemaparannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram Drs. H. Burhanul Islam menyampaikan kewajiban Kementerian Agama memberikan informasi-informasi terkait penyelenggaraan Ibadah Haji 1437 H / 2016 M kloter pertama secara nasional akan diberangkatkan dan pemulangan Jamaah Haji 9 Agustus 2016 2 tahun terahir ini berlakunya sistim Elektronik Haji (E-HAJ)yang dilaksanakan Kementerian Arab Saudi dengan berlakunya Ehaj ini dari Jamaah Haji Indonesia harus sejak dari awal sudah dipastikan semua administrasi semua dokumen-dokumen yang terkait dengan Jamaah Haji sudah harus selesai karena berlakunya Ehaj ini setiap saat bagi jamaah haji oleh Pemerintah Arab Saudi sejak penyelesaian Pasport.

H. Burhanul Islam menegaskan beberapa kaitan dengan Ehaj ini harus selesaikan dari awal pertama, masing-masing Jamaah Haji akan dibuatkan visanya oleh Kedutaan Arab Saudi, harus dipastikan akomodasi di Madinah maupun di Makkah, harus dipastikan dari sekarang dimana Kementerian Agama menyediakan hotel bagi para Jamaah Haji. Dan jauh-juah hari sebelumnya Kementerian Agama telah mengontrak penginapan yang setara dengan hotel berbintang 3. Nantinya dipastikan masing-masing jamaah sudah menempati hotelnya di Madinah termasuk nama masing-masing hotel. Sejak sekarang begitupun masalah transportasi juga harus dipikirkan.Sejak pasport jadi maka dilaporkan langsung ke Arab Saudi dan dipastikan transportasi Jamaah Haji Kota Mataram yang akan digunakan nantinya menggunakan Bus apa begitupula dengan persoalan katering yang akan digunakan nantinya juga harus dipastikan dari sekarang. karena kalau tidak dipastikan transport visa tidak akan dikeluarkan. Oleh karenanya sekarang pasport Jamaah Haji Kota Mataram sudah ada di Jakarta sudah dilaporkan ke Arab Saudi dan terkoneksi dengan Ehaj juga nama-nama catering baik di Madinah, Mekah, Armina itu harus dipastikan, selain itu harus dipastikan juga penerbangan apa yang diberlakukan Ehaj ini. Jadi urusan untuk masing-masing Jamaah Haji yang melaksanakan Jamaah Haji / yang menyangkut Jamaah Haji agar segera dipastikan. Lebih lanjut dari awal-awal sudah dipastikan Jamaah haji musim Haji masing-masing Jamaah Haji sudah dipastikan menyangkut fasilitas sarana prasarana dengan berlakunya Ehaj, mengumumkan dan mensosialisasikan Jamaah Haji, menyelesaikan penyetorannya, memohon kepada Kepala Kasi PHU agar dipastikan dan dicek by name dan by address jamaah haji 536 menurut estimasi untuk Kota Mataram ditambah 28 jamaah Haji cadangan, yang cadangan inipun harus juga dipersiapkan semua administrasinya untuk menjaga kemungkinan dan kesiapan-kesiapan lainnya dari jamaah yang berjumlah 536 tidak terpenuhi , sehingga nantinya cadangan ini yang mengisi kalau tidak diurus dari Kemenag tidak ada waktu lagi untuk mempersiapkan penggantinya karena berlakunya Ehaj Pemerintah Arab Saudi itu dari persiapan Administrasi berlakunya ehaj tidak bisa singkronkan pelunasan. Lebih lanjut ada perubahan baru terkait pemeriksaan Kesehatan mulai saat ini Jamaah Haji mulai pemeriksaan kesehatan awal di Puskesmas masing-masing. Ketika pemeriksaan Kesehatan daftar namanya, pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit masingmasing Jamaah dan menghubungi Puskesmas tempat pemeriksaan awal. Kebijakan lain pemberangkatan tahun ini sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat kewajiban untuk Embarkasi Lombok termasuk Kota Mataram sudah dipastikan akan mempergunakan penerbangan Garuda Indonesia 360 Jamaah di tambah 5 orang petugas sudah dipastikan Kebijakan selanjutnya dari Pemkot berbeda dengan tahun sebelumnya musim Haji tahun 1437 H / 2016 M ini Living cost atau bekal tidak diberikan dalam bentuk Real tetapi diberikan bentuk Rupiah Rp. 5 juta, ada rencana perubahan nanti pada penyerahan uang kalau diberikan bentuk seperti sebelumnya jadi akan diberikan pada saat keberangkatan, pada saat pembagian pasport dan lain sebagainya.

Pemerintah memperjuangkan pemondokan tidak jauh dengan Masjidil Haram dan sementara ini kaitan dengan besar ONH belum ada kepastian dari Pusat begitu juga terkait dengan Kloter untuk Kota Mataram belum ada kepastian dan ada istilah haji pintar untuk mengetahui pemondokan kamar berapa, catering apa, transportasi juga bisa dideteksi dan ini namanya ‘haji pintar’ pungkas Kakankemenag Kota Mataram. Muhamad.

39
Share :

INFORMASI LAINNYA