KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI NTB MEMBUKA KEGIATAN WORKSHOP PENGUATAN FKUB PROV NTB

Jumat, 17 Juni 2016 06:19

KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI NTB MEMBUKA KEGIATAN WORKSHOP PENGUATAN FKUB PROV NTB

Mataram _ Inmas, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov NTB membuka kegiatan Workshop Penguatan FKUB Prov NTB tanggal 16/06/2016 yang dilaksanakan di Aulal Lantai 4 (empat) Kanwil Kemenag Prov NTB dihadiri oleh Anggota DPD RI Drs. H. Lalu Suhaimi Ismy, Ketua FKUB Prov NTB, Ketua  Majlis Agama Prov NTB, Para Alim Ulama, Toga, Toma, Tokoh Wanita, Tokoh Pemuda dan Jurnalis Prov NTB yang berjumlah 50 (lima puluh) orang peserta kegiatan yang diadakan selama satu hari.

Sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Prov NTB Drs. H. Sulaiman Hamid, SH. MH menyampaikan Gelombang reformasi di Indonesia sejak tahun 1999 melahirkan kebebasan masyarakat baik Sosial, Politik, Ekonomi, Hukum sampai kepada bidang yang sensitif yaitu tentang perbedaan agama.

H. Sulaiman Hamid menegaskan bahwa perbedaan itu sebuah keniscayaan atau sunnatullah, jika perbedaan yang sensitif ini tidak dikelola dengan baik akan menjadi pemicu penghambat dalam pembangunan Nasional. Dalam Firman Allah pada Surat Al Kaafirun yang ditutup dengan kalimat lakum dinukum waliyadin yang artinya : " bagimu agamamu dan bagiku agamaku" merupakan penegasan bahwa kebebasan dalam beribadah sesuai dengan agama yang diyakini. Kebebasan beragamapun dituangkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 29 ayat 2 yang menyebutkan bahwa Negara menjamin tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut kepercayaannya. Sehingga dalam konteks bernegara, kita tidak boleh memaksakan seseorang untuk menganut agama tertentu, dan barang siapa memaksakan keyakinan kepada orang lain maka dia melanggar konstitusi Undang-Undang 1945.

Forum kerukunan umat beragama yang disingkat FKUB adalah sebuah wadah para tokoh dan pemuka agama yang dibentuk oleh masyarakat dan di fasilitasi oleh pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memelihara dan merawat kerukunan umat beragama. Yang dimana nantinya, anggota FKUB diharapkan akan berperan menjadi titik temu dari berbagai keragaman pendapat.Dan bertujuan agar terciptanya kesamaan persepsi dan komitmen semua pengurus FKUB beserta jajarannya serta para tokoh agama dan masyarakat dan upaya memberdayakan potensi yang dimiliki oleh tokoh pemuka agama dalam melaksanakan pembinaan dan komunikasi berbagai permasalahan yang berhubungan dengan kerukunan umat beragama.  Dengan demikian di harapkan dalam rangka mewujudkan Forum Komunikasi Umat Beragama yang solid dan hendaknya senantiasa berwawasan representatif sehingga mampu menempatkan diri dan mewakili seluruh umat beragama yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya demi mensukseskan pembangunan di segala bidang menuju Nusa Tenggara Barat yang beriman, berbudaya, dan berdaya saing, demikian tutur H. Sulaiman Hamid. Muhamad

59
Share :

INFORMASI LAINNYA