Menjadi Tuan Rumah MTQ Nasional, Kemenag Terus Berbenah

Senin, 18 Juli 2016 09:36

Menjadi Tuan Rumah MTQ Nasional, Kemenag Terus Berbenah

Mataram INMAS,_Menjadi tuan rumah Musabbaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional Tahun 2016, bukan barang baru bagi Nusa Tenggara Barat karena sebelumnya pernah menjadi tuan rumah event yang sama pada tahun 1973, sekalipun demikian Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB bersama Pemerintah Daerah terus berbenah dalam mempersiapkan acara dengan lebih matang, rapat-rapat koordinasi panitia penyelenggara intens dilaksanakan.

H. Sulaiman Hamid selaku Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat terus melakukan pemantauan tentang persiapan-persiapan pelaksanaan Event Nasional ini terutama pada lokasi-lokasi dimana akan dilaksanakannya mata-mata lomba yang akan dilombakan dalam kegiatan MTQ ini, pembagian tugas dan peran seluruh aparat Kementerian Agama juga telah diatur melalui Keputusan Ka-Kanwil tentang Kepanitian, kesemuanya itu dimaksudkan agar penyelenggaraan MTQ ini nanti dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Lebih-lebih saat ini Nusa Tenggara Barat (Lombok) telah menjadi Destinasi Halal Dunia dan Destinasi Halal Dunia untuk Bulan Madu, H. Sulaiman Hamid mengharapkan event ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan muslim nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke Nusa Tenggara Barat, tentunya harus dibarengi dengan publikasi dan penyebarluasan informasi yang optimal, baik melalui media cetak, elektronik maupun media online.

Penyelenggaraan MTQ Tingkat Nasional 2016 ini juga sangat menjadi perhatian para menteri terutama Menteri Agama Republik Indonesia, kunjungan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI ke Nusa Tenggara Barat dalam rangka melihat dari dekat kesiapan Nusa Tenggara Barat menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ Tingkat Nasional Tahun 2016, yang Isnya Allah akan diselenggarakan dalam bulan Juli sampai Agustus 2016, berikut Kota-kota yang pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ Tingkat Nasional :  1. 1968 Ujung Pandang, Sulawesi Selatan 2. 1969 Bandung, Jawa Barat 3. 1970 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 4. 1971 Medan, Sumatera Utara 5. 1972 DKI Jakarta 6. 1973 Mataram, Nusa Tenggara Barat 7. 1974 Surabaya, Jawa Timur 8. 1975 Palembang, Sumatera Selatan 9. 1976 Samarinda, Kalimantan Timur 10. 1977 Manado, Sulawesi Tenggara 11. 1979 Semarang, Jawa Tengah 12. 1981 Banda Aceh 13. 1983 Padang, Sumatera Barat 14. 1985 Pontianak, Kalimantan Barat 15. 1988 Bandar Lampung 16. 1991 DI. Yogyakarta 17. 1994 Pekanbaru, Riau 18. 1997 Jambi 19. 2000 Palu, Sulawesi Tengah 20. 2003 Palangkaraya, Kalimantan Tengah 21. 2006 Kendari, Sulawesi Tenggara 22. 2008 Banten 23. 2010 Bengkulu 24. 2012 Ambon, Maluku 25. 2014 Batam 26. 2016 Mataram, Nusa Tenggara Barat. (miq olah)

69
Share :

INFORMASI LAINNYA