MALAM TA’ARUF BERJALAN LANCAR

Minggu, 31 Juli 2016 20:31

MALAM TA’ARUF BERJALAN LANCAR

Malam Taaruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Ke-26 yang di selenggarakan di Pendopo Gubernur yang dihadiri oleh Menteri Agama RI Bapak Lukman Hakim Syaifudin, Ketua Dewan Hakim Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Wakil Gubernur H. Muhamad Amin, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat dan beberapa Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama di Indonesia serta perwakilan kafilah dari 34 Provinsi di Indonesia. Pada penyelenggaraan MTQ Nasional Ke 26 tahun ini yang diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelanggarakan 6 cabang dan golongan lomba yaitu, Cabang Tilawah Al-Quran, Cabang Tahfidz, Cabang Tafsir, Cabang Fahmil Quran, Cabang Syahril Quran, Cabang Khath Al-Quran, dan Makalah Ilmiah Al-Auran. Dalam sambutannya Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan bahwa MTQ merupakan momen yang tidak biasa karena dihadiri para Huffaz, Qurra’ dan Alim Ulama pada MTQ kali ini. “Atas nama masyarakat Nusa Tenggara Barat kami ucapkan selamat datang bagi para tamu-tamu kami. Kami mengucapakan jika ada kekurangan dalam pendistribusian tanggung jawab, dalam mobilitas para tamu dan kafilah kami mengucapkan mohon maaf yang sebesar besarnya. Harapan kami agar bapak dan ibu mendoakan agar dalam MTQ Nasional tahun ini diberi kemudahan oleh Allah SWT, sehingga para tamu kami bisa memberikan kenangan yang baik bagi Nusa Tenggara Barat”, tutur Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dan pada acara selanjutnya merupakan penyerahan piala tetap presiden bagi juara umum MTQ Nasional tahun 2016 yang diserahkan oleh Menteri Agama RI kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat yang disaksikan oleh para tamu undangan. Senada sambutan Menteri Agama RI memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemrintah Provinsi NTB dan panitia dalam memberikan sumbangsih sehingga kegiatan malam taaruf berjalan dengan lancar. Menteri Agama RI menegasakan bahwa sesunggunya MTQ bukan hanya sebagai ajang atau kompetisi bagaimana melantukan ayat Quran semata tetapi yang lebih penting adalah MTQ diadakan dalam rangka upaya kita bersama dalam proses regenerasi bukan hanya sekedar membaca tetapi di amalkan dan di implementasikan dalam kehidupan sehari hari sehingga nilai-nilai Al-qur’an dapat di ejawantahkan dalam kehidupan kita. “ jangan sampai kita kehilangan orientasi sehingga kita fokus pada dampak sosial atau ekonomisnya lalu mengabaikan esensi sesungguhnya pelaksanaan MTQ ini” tutur beliau. Diakahir sambutan beliau mengingatkan kepada dewan juri, kafilah, dan official MTQ Nasional agar senantiasa menjaga kemuliaan dan harkat martabat MTQ tahun ini agar tidak di kotori oleh hal hal yang tidak semestinya di lakukan dan penerapan E-MTQ merupakan bagian upaya untuk menjaga kehormatan dan marwah MTQ agar tetap dapat di lestarikan. Muhamad.....

168
Share :

INFORMASI LAINNYA