Guru Kesenian MAN 1 Sumbawa Ke Jerman  

Rabu, 24 Agustus 2016 11:07

Guru Kesenian MAN 1 Sumbawa Ke Jerman   

 

Sumbawa Besar_inmas, Ariffianto Sosok Guru Kesenian di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sumbawa yang  patut ditiru dan diberi penghargaan sebagai sosok Inspirasi , karena prestasi yang disandang sebagai Seniman yang telah mencetak karya karyanya dan sederet pengalaman pengalamannya hingga Manca Negara (24 Agustus 2016).

Ariffianto yang lahir  pada tanggal 03 September 1978 di Dusun Bekat Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB)  , dari sejak kecil telah mencintai dan memperlajari kesenian Sekeco ini hingga sekarang dimana sejak tahun 1996 baru memulai dan beranikan diri untuk mengikuti lomba lomba pada even even di Tana Samawa Sumbawa hingga sekarang ini dan pada tahun 2015 pagelaran Budaya “ Sakeco “ di Jerman bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Jakarta bersama rombongan.

Tiada hari tanpa  kenal lelah mengajari putra putri serta anak didik dari sekolah sekolah dan Madrasah dimana Ariffianto mengabdikan diri mengajar , serta masyarakat sekitar tempat tinggalnya dari yang masih kecil hingga yang dewasa bahkan orang orang tua yang ingin bisa melantunkan lawas Sakeco,

Sakeco ini adalah kesenian khas Sumbawa, setiap daerah pasti memiliki cirri khas masing masing akan kebudayaan baik dari segi kesenian maupun adat istiadat, kesenian ini dapat dijadikan sebagai media komunikasi dan dakwah. Dan Sekeco merupakan kesenian yang banyak digemari oleh orang Sumbawa, alatnya berupa dua buah rebana dan dimainkan oleh dua seniman penabuh dan pembawa membawakan syair berbahasa Sumbawa yang dinamakan lawas.alat yang digunakan terbuat dari kayu dan salah satu bagian ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan dan diikat dengan rotan  dan pasak atau paku.

Pada dasarnya sekeco ini berasal dari ratib bahasa arab yang artinya hiburan yang pada umumnya dimainkan oleh 4 orang tetapi sekarang dimaninkan oleh 2 (dua) orang saja menggunakan alat musiknya yang disebut dengan rabana, serta dimainkan sambil membawakan lagu lagu berbahasa arab yang diambil dari kitab Hadrah dan mengandung puji pujian kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan  umumnya sekeco ini dibawakan pada acara pengantin, khitanan dan upacara upacara adat  dan dahulu orang menjadikan sekeco ini sebagai mata pencaharian, tetapi sekarang hanya digunakan sebagai hiburan saja.

Sekeco juga merupakan media penyampaian pesan dari utusan yang akan menyampaikan ajaran ajaran Islam kepada masyarakat,sehingga didalam liriknya harus terdapat pengetahuan tentang agama Islam, serta kata kata yang dipakai merangkai lirik haruslah mudah dipahami sehingga sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh para pendengarnya.

Sederetan pengalaman Pagelaran Budaya “ Sakeco”

  1. Dari tahun 1996- 2010 dalam kegiatan Pekan Budaya Samawa
  2. Pada tahun 2010 mengikuti Festival Sastra Tutur di Samarinda
  3. Pada tahun 2011 dalam kegiatan Visit Lombok Sumbawa bertempat di Makasar
  4. Pada tahun 2012 dalam kegiatan Bulan Citra Budaya di Mataram (TVRI)
  5. Pada Tahun 2013 kegiatan Bulan Apresiasi Budaya di Mataram
  6. Pada Tahun 2014 dalam Festival Budaya Malaka di Malaysia dan Festival Senggigi di Mataram
  7. Pada Tahun 2015 Kegiatan Sekeco di Jakarta Ikatan Keluarga Sumbawa (IKASUM JAYA) , Sakeco di Frankfurt Bookfair (Pasar Hamburg dan Berlin) di Jerman dan Lembaga Adat Nusantara di Kendari Sulawesi Tenggara dan Kegiatan “ Sakeco ‘Tambora Menyapa Dunia di Kabupaten Dompu NTB
  8. Pada tahun 2016 Kegiatan Ikatan Keluarga Sumbawa di Jakarta (IKASUM JAYA) dan Kegiatan Bulan Budaya Lombok Sumbawa bersama DISPORABUDPAR Kabupaten Sumbawa yang mengikut sertakan dua siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Sumbawa Lola dan Mira…..joko…..
330
Share :

INFORMASI LAINNYA