PERLUNYA SISTIM TEKHNOLOGI INFORMASI ZAKAT

Rabu, 05 Oktober 2016 21:04

PERLUNYA SISTIM TEKHNOLOGI INFORMASI ZAKAT

Mataram - Inmas, Menteri Agama H. Lukman Hakim Saifudin menggelar Launcing  dan Video Confrence Entri Data Zakat Nasional oleh Baznas yang bekerja sama dengan Kementerian Agama RI dan seluruh Kantor Kementerian  Agama se Indonesia serta Baznas Daerah se Indonesia. Kegiatan Vicon ini dilaksanakan diruang Vicon Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan mengikut sertakan pula petugas Humas yang menangani Vicon guna kelancaran acara dimaksud.

Menteri Agama selaku Pemerintah mengapresiasi setinggi-tingginya atas inovasi dan terobosan ini karena sebelumnya bertahun-tahun menghimpun Zakat Nasional secara manual dimana   hasilnya tentu belum dapat maksimal sehingga Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 mengamanatkan perlunya sistim tekhnologi informasi Zakat Nasional untuk menunjang pengelolaan Zakat yang lebih baik,  amanah, profesional,  transparan , akuntabel dan  kepatuhan syari’ah tegas H. Lukman Hakim Saifudin yang disiarkan langsung melalui Video Confrence  Kementerian Agama RI Jakarta dengan disaksikan oleh seluruh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi serta Ketua dan Wakil Ketua Baznas Daerah se Indonesia Rabu 05/10/2016.

Lebih lanjut  H. Lukman Hakim Saifudin menegaskan kepada pemangku perzakatan baik pusat maupun di Daerah seluruh Indonesia bahwa ada 6 aspek penekanan dalam pengelolaan pajak, diantaranya 1. = Aspek legalitas yang mencakup prosedur pengerahan lembaga dan pimpinan baik Baznas Provinsi, Kabupaten/Kota sesuai Regulasi . Terkait Amil Zakat harus ada izin dari Pemerintah Kementerian Agama sepanjang memenuhi persyaratan, 2. = Aspek akuntabilitas harus cermin dalam laporan Baznas Provinsi Kab/Kota menyangkut pertanggung jawaban secara berkala pengesahan recana kerja, setiap tahun audit atas laporan keuangan oleh akuntan publik dan audit syari’ah berjalan sesuai dengan koridor syari’ah umat Islam dan atau perundang-undangan pemerintah selaku regulator pengelolaan dan kesesuaian biaya operasional Badan Zakat dengan prinsip syari’ah untuk melakukan tugas dengan baik, 3. = Aspek tekhnologi informasi dan sistim Baznas Provinsi Kab/Kota di harapkan tahun 2017 sudah merupakan Sistim Managemen Informasi Baznas(Simba).  Lembaga Amil Zakat harus berintegrasi untuk pelaporan Simba ini , dimana hal ini merupakan langkah yang sangat penting diera Digital agar pengelolaan zakat yang dihimpun selama ini bisa lebih berkwalitas berdaya guna dan tepat guna . Demikian pula laporan kepada presiden secara berkala agar tepat waktu. Secara khusus H. Lukman Hakim Saifudin menegaskan menyambut baik dengan kehadiran Web Simba yang beraplikasi dengan baik sehingga dapat digunakan oleh Baznas Provinsi Kab/Kota dan segenap Amil Zakat  4. = Aspek penyaluran  Zakat yang mencermati  terhadap pengumpulan Zakat saat ini. Diharapkan   untuk tetap meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap dana Zakat yang dikelola dan harus dipermudah tanpa prosedur yang berbelit dan Zakat ini di utamakan untuk pengentasan kemiskinan bagi orang miskin, dan untuk hal yang produktif tentu menjadi kajian dari sisi syar’inya dimana yang menerima Zakat perlu lebih dicermati guna kepentingan pendidikan daerah terpencil, 5. = Aspek pengumpulan Zakat mengoptimalkan pemanfaatan dana Baznas Provinsi Kab/Kota tidak melebihi kepatutan agar merata pemanfaatan untuk saudara-saudara yang memerlukan, 6.= Aspek pengembangan Amil kwalitas pengelolaan Zakat bisa semakin profesional sehingga diperlukan peningkatan standarisasi kapasitas dan kompetensi Amil Zakat. Lebih lanjut lagi  H. Lukman Hakim Saifudin mendukung pendidikan pelatihan di seluruh provinsi yang menjadi tanggung jawab pemerintah , dan sebagai Kementerian Agama khusus Direktorat Pemberdayaan Zakat-zakat Amil tidak hanya Baznas Provinsi Kab/Kota untuk dapat meningkatkan kompetensinya semoga membawa pemanfaatan lebih baik lagi. 

Diakhir sambutannya Lukman Hakim Saifudin menegaskan kembali agar lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin .Baznas terus mengoptimalkan strategi sebagai mitra penunjang tugas Kementerian Agama dalam kaitan Baznas membangkitkan ekonomi kerakyatan dengan meneroboskan kemiskinan di luar APBN/APBD, dan mengajak untuk bekerja lebih baik, lebih nyata dalam mewujudkan cia-cita serta menjadikan tahun 2016 s/d tahun 2020 sebagai KUR kebangkitan Zakat di Indonesia sekaligus H. Lukman Hakim Saifudin melaunching peluncuran Video  Confrence entri data Zakat Nasional. Muhamad.....

130
Share :

INFORMASI LAINNYA