Ka-Kanwil, Guru Harus Fokus Dan Bertanggungjawab Terhadap Tugasnya

Kamis, 17 November 2016 18:56

Ka-Kanwil, Guru Harus Fokus Dan Bertanggungjawab Terhadap Tugasnya

Mataram INMAS,_Perbaikan sertifikasi Guru terus dilakukan dari tahun ketahun dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, hal ini adalah merupakan salah satu bagian terpenting dalam pelaksanaan sertifikasi Guru, juga melalui perbaikan sertifikasi ini adalah merupakan wujud implementasi dari perbaikan tersebut, sesuai dengan Undang-undang Nomor : 14 Tahun 2005.

 

Jika kita melihat tugas operator di Kabupaten/Kota, maka sebenarnya ada beberapa informasi data yang tidak hanya dilengkapi melalui aplikasi dapodik sekolah, jadi perlu perbaikan dan melengkapinya secara manual, disinilah para Guru dan operator sekolah harus memahami permasalahan dapodiknya. Perbaikan penyelenggaraan sertifikasi guru tahun 2016 antara lain pada mekanisme penyelenggaraan dan proses penetapan peserta. Penetapan calon peserta mulai tahun ini menggunakan batas minimal hasil uji kompetensi guru (UKG) yang dilaksanakan tahun 2015, perangkingan dilakukan oleh sistem yang terintegrasi dengan dapodik dan dipublikasikan secara online.

 

Hal tersebut diatas adalah merupakan penyampaian Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Sulaiman Hamid dalam kata sambutan dan arahannya pada acara Pembukaan Kegiatan Manajemen Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2016, sekaligus membuka secara resmi dimulainya kegiatan ini di Hotel Madani Mataram yang direncanakan akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 17 sampai dengan 19 November 2016.

 

“Mudah-mudahan Allah SWT membuka pikiran kita semua, agar kegiatan ini bisa mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya dalam rangka memajukan kualitas pendidikan khususnya pendidikan Agama Islam” tambah H. Sulaiman dalam sambutan dan arahannya, “Sebenarnya para peserta sudah sangat paham tentang manajemen sertifikasi ini, namun kami perlu mengingatkan dalam pembaharuannya” paparnya lebih mendalam.

 

Sebelumnya Ketua Panitia Penyelenggara dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari dilaksanakannya kegiatan manajemen sertifikasi ini adalah selain untuk mensosialisasikan pedoman penyelenggaraan sertifikasi, juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang aplikasi Simpatika dan kebijakan yang berlaku bagi Operator, memaksimalkan peran operator di masing-masing Kabupaten/Kota dalam melakukan pendataan, merumuskan formula dan strategis serta untuk melakukan validasi data Guru PAI pada masing-masing jenjang di Kabupaten / Kota.

 

Ketua Panitia juga melaporkan bahwa peserta kegiatan manajemen sertifikasi ini diikuti oleh Operator PAI Kabupaten/Kota, KKG/MGMP SMP, SMA dan SMK dan Pengawas Pendidikan Guru Agama Islam sebanyak 30 (tiga puluh) orang yang akan dibekali oleh Nara Sumber dari Pejabat Kanwil Kemenag Prov. NTB sebanyak 4 orang, dari Operator Pusat sebanyak 1 orang dan dari Operator Kanwil sebanyak 1 orang. (miq olah)

252
Share :

INFORMASI LAINNYA