PADA HUT PGRI,MAN 3 SUMBAWA MEMIMPIN DOA

Jumat, 25 November 2016 09:21

PADA HUT PGRI,MAN 3 SUMBAWA MEMIMPIN DOA

Sumbawa Inmas -  ( Aziz , MAN 3 Sumbawa,inmas )  Hari ini,Jumat tanggal 25 November 2016 guru-guru dan para siswa MAN 3 Sumbawa mengikuti upacara HUT PGRI di lapangan sepak bola kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa . MAN 3 Sumbawa mendapat tugas untuk memimpin doa dan ditugaskan kepala Madrasah adalah Dra. Wahdah selaku waka Humas karena kepala madrasah menghadiri undangan kepala KPKNL Bima . Dalam doanya Dra. Wahdah memohon kepada Allah agar memberikan sebagian kekuatan sehingga guru-guru tetap berjuang mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia . Selepas upacara para guru dan siswa kembali ke madrasah melanjutkan  KBM seperti biasa  . Sementara kepala Madrasah baru tiba dari kegiatan yang diundang KPKNL Bima dalam rangka menghadiri sosialisasi regulasi terbaru tentang pengolahan ( pendataan, penggunaan, pemindah tanganan, penghapusan dan pemusnahan ).

Dalam sosialisasi tersebut Drs. Aziz ,kepala MAN 3 Sumbawa menanyakan kepada nara sumber dari KPKNL Bima bapak Aditya yaitu tentang “  memori jabatan pada pergantian kepala madrasah di MAN 3 Sumbawa dari Drs. Jabaruddin Jahmad kepada Drs. Aziz tidak ada data serah terima apa dan bagaimana BMN , tetapi setelah dilakukan pengecekan ternyata laporan bulanan terdapat 100 buah meja dan kursi yang tidak ada wujudnya.  Karena demikian  maka kepala MAN 3 Sumbawa memerintahkan operator BMN untuk melakukan proses penghapusan dengan konsultasi dan sesuai prosedur dan sampai hari ini belum dapat diselesaikan. Bagaimana seharusnya tindakan yang akan dilakukan kepala madrasah “.  Drs. Aziz melanjutkan dengan pertanyaan kedua yaitu “  bongkaran yang MAN 3 Sumbawa lakukan adalah Atap genting lalu MAN 3 Sumbawa  bersurat kepada sekjen Kemenag untuk ditindaklanjuti  tetapi surat jawaban dari sekjen hilang. Apakah MAN 3 Sumbawa harus menyurati kembali sekjen dan apakah ada batas waktu penyimpanan hasil bongkaran BMN “. Nara sumber menjawab  “ Meja kursi yang seratus itu harus ada ,mungkin dikumpul-kumpul bongkahan-bongkahannya lalu di foto  dan mengenai surat  jawaban sekjen itu dicari di kanwil atau di kemenag, biasanya ada tembusannya dan bila  memang tidak ada dapat  menyurati kembali dengan menunjuk surat pertama dan uraikan bahwa surat yang diterbitkan sekjen hilang. Dengan demikian sekjen akan membantu mengeluarkan kembali surat . BMN itu tidak ada batas waktu penyimpanan kecuali sudah dilakukan penghapusan dengan melalui prosedurnya “ . ( penulis Aziz ).

181
Share :

INFORMASI LAINNYA