Festival Kota Mataram 2016 : Kota Mataram Punya Cerita, Mataram bercerita Untuk NTB

Jumat, 25 November 2016 13:22

Festival Kota Mataram 2016 : Kota Mataram Punya Cerita, Mataram bercerita Untuk NTB

Mataram sebagai ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat yang menunjukkan geliat pembangunan yang cukup signifikan. Terlihat dari berbagi perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas pelayanan publik yang cukup pesat. Prestasi dan keberhasilan yang menimbulkan rasa nyaman dan keamanan dikota Mataram tak lepas dari sentuhan tangan dingin kemimpinan dua periode Walikota Mataram TGH. Akhyar Abduh dan Wakil Walikota H. Mohan Roliskana beserta jajarannya. Meskipun secara sumber daya alam (SDA) Kota Mataram relative minim dibandingkan kabupaten/ kota yang ada di NTB, tapi kita memiliki  keanekaragaman budaya tradisi, etnis yang merupakan modal untuk membangun Kota Mataram yang kita banggakan dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai tegas H. Akhyar Abduh saat menyampaikan sambutannya dalam pembukaan Festival Kota Mataram 2016.

Dengan Motto Kota Mataram Maju, Religius dan Berbudaya tak hanya slogan kosong terbukti dengan keberadaannya ditengah kemajuan pembangunan fisik yang telah diraih tidak kemudianan melupakan sisi lain yakni Agama dan budaya sebagai ruh dan spirit dari pembangunan itu. Kota Mataram dengan penduduk yang memiliki pemeluk Agama yang paling beragam, karena berdasarkan data statistik pemeluk Agama dalam buku Kanwil Kemenag NTB Dalam Angka  semua agama ada di Kota Mataram. Tapi harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama tetap terjaga dengan baik. Kemudian pembangunan rumah ibadah mengalami kemajuan yang cukup pesat dan kegiatan keagamaan berjalan lancar dan tertib.

Nilai budaya dan tradisi luhur masih terpelihara dan dilestarikan ditengah desakkan budaya asing dan arus moderenisasi yang terus meransek masuk kedalam pergaulan kehidupan masyarakat. Sebagai sebuah konsekwensi dari kota yang terus membuka diri dan membangun kemajuan lewat sector pariwisata. Tapi tradisi dan budaya warisan leluhur sebagai identitas dan jati diri sebuah bangsa tetap dirawat dan dilestarikan di Kota Mataram. Barangkali itulah salah satu hajat dari kegiatan atau “gawe belek” Festival Kota Mataram. Bahwa Mataram meskipun sudah menjadi Kota tapi nilai-nilai tradisi dan budaya leluhur tidak akan pernah ditinggalkan, bahkan dijadikan spirit, common sense kebersamaan dalam memajukan daerah. Terlihat dari atraksi budaya dan tradisi yang ditampilkan saat parade budaya dalam rangakian pembukaan kegiatan Festival Kota Mataram 2016 (24/11/2016) di lapangan Sangkareang Kota Mataram. Atraksi budaya yang beraneka ragam membaur dan melebur menjadi satu untuk menunjukkan bahwa perbedaan itu indah dan perbedaan di Kota Mataram mampu dikelola menjadi semangat kebersamaan untuk membangun bangsa. Lombok (Mataram) adalah miniatur Indonesia yang diamana perbedaan biasa berdampingan tulis Budayawan Radhar Panca Dhana dalam buku Manusia Indonesia. Mungkin inilah sepenggal cerita Kota Mataram tentang kebersamaan dalam perbedaan untuk provinsi NTB dan Indonesia. Kegiatan ini mengusung tema “Kota Mataram punya cerita, cerita kota Mataram Untuk NTB”.  Jan Mustajab

170
Share :

INFORMASI LAINNYA