Agama Adalah Ruh Kehidupan Kebangsaan Kita

Selasa, 03 Januari 2017 11:56

Agama Adalah Ruh Kehidupan Kebangsaan Kita

Mataram INMAS,_Agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan Bangsa dan Negara kita, semangat dan motivasi keagamaan adalah merupakan sumber kekuatan dalam meraih kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan nasional dan menjaga keutuhan NKRI, oleh karenanya Agama mendapatkan kedudukan terhormat dalam tata kehidupan masyarakat sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pembentukan hokum nasional, Agama juga dijadikan ruh kehidupan kebangsaan kita sesuai dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

 

Masyarakat dalam meyakini Agamanya yang diamalkan umatnya masing-masing harus menjadi unsure pembentuk Nation and Character Building Bangsa Indonesia yang majemuk ini, karena itu seluruh umat beragama harus menyadari dan disadarkan akan nilai-nilai Agama yang merupakan unsure perekat integrasi nasional.

 

Hal tersebut diatas dikatakan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muhammad Amin selaku Inspektur Upacara pada saat membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia dalam Upacara Bendera dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Ke-71 di Lapangan Sangkareang Mataram (Selasa, 3 Januari 2017), “Dalam hal ini saya mengingatkan bahwa toleransi dan kerukunan bukan milik sesuatu golongan umat beragama semata, tetapi harus menjadi milik semua golongan dan berlaku untuk semua pemeluk Agama” tambahnya.

 

Lanjut dikatakan bahwa kita harus saling menghormati dan saling menghargai identitas keyakinan antar umat beragama harus terus dijaga dalam upaya melindungi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ungkap H. Muhammad Amin, sesuai dengan tema Hari Amal Bhakti Kemenag Ke-71 pada Tahun 2017 ini yaitu “Bersih Melayani” yang diperdalam oleh motto “Lebih Dekat Melayani Umat” didepan sekitar 1500 orang peserta Upacara.

 

Diharapkan pada peringatan ulang tahun Kementerian Agama yang ke-71 ini agar dapat semakin memperkuat komitmen kita terhadap integritas dan etos kerja sebagai pelayan masyarakat dan pengayom semua umat beragama, dan seluruh aparatur Kementerian Agama harus senantiasa mengembangkan wawasan serta meningkatkan ketrampilan dan kesigapan dalam bertugas, pungkas H. Muhammad Amin.

 

“Ego sektoral, sektarianisme dan sejenisnya harus disingkirkan dari lingkungan kerja Kementerian Agama, kita harus bersikap sebagai agamawan sekaligus negarawan yang menempatkan kepentingan umat dan Bangsa diatas kepentingan pribadi dan kelompok, perlu memelihara silaturahim dan belajar dari perjuangan serta pemikiran pendahulu kita” tegasnya dalam mengahiri sambutannya. (miq olah)

356
Share :

INFORMASI LAINNYA

646 GURU AGAMA IKUTI PENDIDIKAN S2
Jumat, 03 Februari 2006 12:00
Menag Melayat Ketua Umum DDII Husein Umar
Kamis, 19 April 2007 11:00
PLT Kemenag KLU Terisi
Selasa, 28 Juli 2015 07:00