MTsN SUMBAWA PEDULI BANJIR

Kamis, 16 Februari 2017 11:34

MTsN SUMBAWA PEDULI BANJIR

MTsN Sumbawa, Inmas_Hujan deras yang melanda Kab. Sumbawa terakhir ini membawa bencana bagi warga yang tinggal dibantaran sungai yang membelah kota Sumbawa. Banjir bandang yang menenggelamkan beberapa puluh rumah dan menghanyutkan material-material rumah telah membawa keperihatinan kepada semua pihak. Betapa tidak, rumah yang didiami selama ini tanpa ada petaka yang menghampirinya diporak-porandakan oleh banjir bandang. Air setinggi 4 meter yang merendam rumah mereka telah meninggalkan lumpur setinggi lutut orang dewasa.

Kepala MTsN Sumbawa Adiat, S.Ag didampingi wakamad dan sejumlah guru mencoba mengulurkan bantuan berupa makanan siap saji, air minum dan beberapa lembar pakaian, sambil menelususri gang-gang sempit yang dihiasi lumpur kecoklatan kaki yang kadang tertahan lumpur terus melangkah mencari warga yang saat itu sangat membutuhkan uluran. Begitu bahagia dan terharunya mereka yang mendapatkan santunan, karena selama ini stok makanan dan peralatan masak sudah tergerus banjir bandang. Rasa lelah dan kantuk tidaklah mereka rasakan, yang ada hanyalah bagaimana secepatnya membersihkan lumpur dan material banjir yang membatasi ruang gerak mereka.

Pada hari pertama Rombongan Bapak Kepala Madrasah memberikan bantuan kepada warga yang ada disekitar pinggiran Kampung Sama Puin dan kelurahan Brang Bara. Pada hari ke dua rombongan menelusuri jejak warga yang ada disekitar bantaran Sungai Brang Biji dan pada Hari ketiga memasuki Kampung Karang Cemes. Warga yang mendapat bantuan sangat bersyukur dan berterima kasih kepada setiap penyumbang. Pengakuan Warga “ Kami sangat terbantu kepada penyumbang karena sepagi ini masih ada orang yang datang memberikan sesuatu yang sangat kami butuhkan untuk menyambung tenaga, karena pagi, siang dan malam kami bekerja agar rumah kami bisa kami tempati seperti biasanya”.

Seusai memberikan bantuan, Humas MTsN Sumbawa menemui Kepala Madrasah diruang kerjannya. Kamad menegaskan “ Upaya yang kita lakukan ini adalah bentuk keprihatinan kita terhadap saudara-saudara kita untuk mengurangi beban mereka. Diantara mereka juga ada orang tua murid-murid kita, tapi kita tidak melihat siapa-siapa, yang kita bantu adalah bagi mereka yang terkena musibah. Rasa trauma yang mereka alami tidaklah hilang seketika dengan surutnya banjir, namun dengan bersilaturrohim dan memberikan apa yang kita bawa rasa trauma akan berkurang dan mereka akan merasa terhibur”. (Humas MTsN Sumbawa)

 

72
Share :

INFORMASI LAINNYA

Ciri - Ciri Orang yang Beriman
Kamis, 25 Juli 2013 14:16
NYANTRI KILAT DI MTsN KEDIRI
Senin, 09 Mei 2016 18:16
Menag : Waspadai Perpecahan di Pontren
Senin, 10 September 2007 11:00