Kemenag Kab. Lombok Tengah Menggelar Dialog Lintas Agama Dan Kerjasama Bidang Kerukunan Nasional

Rabu, 22 Maret 2017 18:05

Kemenag Kab. Lombok Tengah Menggelar Dialog Lintas Agama Dan Kerjasama Bidang Kerukunan Nasional

Praya_Inmas, Selasa, 21 Maret 2017 bertempat di Dpraya Hotel Penujak, Kementerian Agama Kab. Lombok Tengah menggelar dialog lintas agama dan kerjasama bidang kerukunan Nasional. Sebanyak 30 orang peserta ikut secara aktif dalam dialog tersebut. Peserta dialog ini berasal dari berbagai unsur diantaranya Tokoh masyaraka, tokoh lintas agama,LSM, media dan unsur-unsur lain diantaranya NU, NW, Muhammadiyah dan organisasi lain yang ada di Kab. Lombok Tengah. Hadir pula dalam perhelatan tersebut Ketua FKUB Kab. Lombok Tengah, Kasubag Hukum & KUB Kemenag Kanwil Prov NTB, Kepala Kesbangpoldagri yang sekaligus menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Lombok Tengah Drs. H. Nasri Anggara dalam paparannya menyatakan bahwa Kerukunan antar agama di Indonesia adalah harga mati. Dalam kaitannya mencegah terjadinya konflik agama, kemudian memelihara dan meningkatkan kwalitas kerukunan, maka sangatlah penting kedewasaan beragama, usaha-usaha pendewasaan beragama, pengelolaan kehidupan beragama dalam bingkai keindonesiaan.

Nasri juga melanjutkan bahwa untuk membangun , memelihara dan meningkatkan kwalitas kerukunan antar umat beragama di Indonesia ada beberapa etika yang selalu ada di Indonesia, diantaranya , dimana bumi dipijak disana langit dijunjung, menghormati ciri khas, agama, adat, budaya disetiap daerah, dan berusaha memelihara dan mempertahankan ciri-ciri tersebut , menghormati setiap keyakinan agama, atau agama orang/kelompok lain.

Menanggapi masalah mayoritas dan minoritas, Kepala Kantor menyatakan bahwa Masalah mayoritas dan minoritas disamping memang sebenarnya tidak perlu bahkan tidak patut lagi diwacanakan di NKRI ini, karena memang NKRI dibentuk tidak dengan berdasarkan asas Mayoritas dan Minoritas. Tetapi juga pemahaman tentang adanya mayoritas dan minoritas di dalam NKRI ini perlu diluruskan. dari sudut pandang geografis maka tidak ada kelompok agama yang menjadi mayoritas mutlak di Indonesia. Padahal pecahnya sebuah negara akan selalu berdasarkan mayoritas pada wilayah/daerah, bukan pada mayoritas penduduk secara keseluruhan.

Salah satu peserta menanggapi positif dilaksanakannya kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa perlu diadakan lagi sampai ketingkat kecamatan, hal ini untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan kita satu dengan yang lain, dan juga bisa menjadi ajang silaturahiem kami dengan semua unsur masyarakat yang ada di Lombok Tengah baik unsur agama , masyarakat maupun organisasi.(ins cancer)

614
Share :

INFORMASI LAINNYA