Toga-Toma Merupakan Garda Terdepan Dalam Pencegahan Konflik

Kamis, 06 April 2017 13:50

Toga-Toma Merupakan Garda Terdepan Dalam Pencegahan Konflik

Mataram INMAS,_”Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda sangat mempunyai peranan penting dalam penyelesaian permasalahan yang timbul di tengah masyarakat” dikatakan Umar Berlian selaku Nara Sumber dari Kesbangpoldagri Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam penyampaian Materinya pada kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama Islam di Hotel Mataram Square, (Kamis, 6-4-2017).

 

Upaya dan Strategi dalam pencegahan konflik komunal adalah judul materi yang disampaikan Umar Berlian ditemani oleh Moderator Masdi didepan 40 peserta Dialoh Kerukunan Intern ini dimana 40 peserta ini terdiri dari unsure para Pimpinan Kementerian Agama Kabupaten Kota dan para Pimpinan Ormas serta Toga-toma se Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

Ada 4 (empat) hal memantapkan stabilitas keamanan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat agar terwujudnya masyarakat yang berkarakter, toleran dan berbudaya, diantaranya adalah masyarakat yang berkarakter, toleran, berbudaya dan memantapkan stabilitas keamanan, lanjut dikatakan Umar Berlian dalam pemaparan materinya, “Masyarakat yang berkarakter, artinya masyarakat yang taat beragama, memiliki budi pekerti luhur dan berahlak mulia, Toleran, artinya tenggang rasa, saling hormat menghormati dalam kehidupan Beragama, Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara, Berbudaya,  artinya menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan melaksanakan budaya, nilai-nilai adat istiadat dan kearifan lokal ( Local Wisdom ) lainnya dalam kehidupan sehari-hari, dan Memantapkan Stabilitas Keamanan, artinya upaya menciptakan kerukunan antara komponen Bangsa dan Kelompok masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesautan Republik Indonesia (NKRI), tegas Umar Berlian.

 

Lebih lanjut dikatakan bahwa banyak hal pemicu terjadinya konflik criminal, diantaranya selain miras/narkoba, ada juga disebabkan oleh geng motor, aliran keagamaan, prostitusi, premanisme dan masih banyak lagi jenis-jenis yang lainnya, “Pemicu seperti ini tidak akan selesai ditangan pihak keamanan” tandasnya, oleh karenanya diharapkan kepada semua Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda untuk turut aktif dalam pencegahan permasalahan atau yang dikatakan penyakit masyarakat ini.

 

Diharapkan Dalam penanganan konflik sosial untuk melibatkan peran aktif komponen masyarakat, dalam upaya (1)_Pencegahan Konflik ; Ciptakan kondisi damai, redam potensi konflik & bangun sistem peringatan dini, (2)_Penghentian Konflik ; Penghentian kekerasan Fisik, Tetapkan status keadaan konflik, Tindakan darurat penyelamatan & perlindungan korban, serta pengerahan & penggunaan kekuatan TNI, serta yang ke (3)_Pemulihan Pasca Konflik ; Pemerintah Pusat & Pemerintah Daerah lakukan pemulihan pasca konflik (terencana, terpadu berkelanjutan dan terukur ), lakukan  upaya rekonsiliasi, rehabilitasi dan rekonstruksi, paparnya dan diahiri dengan konsultasi serta Tanya jawab. (miq olah)

232
Share :

INFORMASI LAINNYA