Rabu, 2 April 2014 – Kakanmenag
KEMENAG KOTA MATARAM MENERIMA KUNJUNGAN UNIVERSITAS ISLAMIC MALAYSIA

Mataram  ( INMAS )Rabu, 27 Maret 2014 Kantor Kementerian Agama Kota Mataram Kedatangan tamu dari  Universitas Islamic Malaysia yang akan mengadakan studi banding mengenai perkawinan adat sasak, Lombok Nusa Tenggara Barat. Rombongan dari Universitas Islamic Malaysia tersebut  datang sekitar pukul 08.30 Wita dan langsung disambut oleh Drs.H. Burhanul Islam Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram  yang didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan seluruh Kasi dan Penyelenggra Kantor Kementerian Agama Kota Mataram. Study Banding tersebut juga dihadiri oleh  beberapa tokoh adat sasak, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mataram, Cakranegara, Ampenan. Maksud dan tujuan kedatangan rombongan studi banding Universitas Islamic Malaysia adalah untuk mengetahui dan mendalami mengenai acara perkawinan atau adat perkawinan khas sasak (lombok) yang  dalam bahasa sasak disebut merarik. Dalam adat perkawinan khas lombok juga dikenal nyongkolan.

Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat, serta  diiringi dengan rombongan musik ( kecimol ), gamelan,  kelompok penabuh rebana, atau  Gendang Beleq. Dalam pelaksanaannya,  tetapi kadang – kadang karena faktor jarak, maka prosesi ini tidak dilakukan secara harfiah, tetapi biasanya rombongan mulai berjalan dari jarak 1 Ss/d 0,5 km dari rumah mempelai wanita.

Tujuan dari prosesi Nyongkolan ini  adalah untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat, terutama pada kalangan kerabat maupun masyarakat dimana mempelai perempuan tinggal, karena biasanya seluruh rangkaian acara pernikahan dilaksanakan di pihak mempelai laki-laki.Sebagian peserta dalam prosesi ini biasanya membawa beberapa benda seperti hasil kebun, sayuran maupun buah-buahan yang akan bibagikan pada kerabat dan tetangga mempelai perempuan nantinya. Pada kalangan bangsawan urutan baris iring-iringan dan benda yang dibawanya memiliki aturan tertentu.hingga saat ini Nyongkolan masih tetap dapat ditemui di Lombok, iring-iringan yang menarik masyarakat untuk menonton karena suara gendangnya. Nyongkolan  ini biasanya diadakan menjelang sore sore hari selepas dhuhur di akhir pekan.

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.039629 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.161
Jumlah pengunjung: 472258
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.