Rabu, 16 Agustus 2006 –
PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN AJARAN AGAMA MASYARAKAT MASIH RENDAH

Padang, 15/8 (Pinmas) – Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi menilai pemahaman dan pengamalan nilai agama pada masyarakat masih rendah yang terlihat dari terbatasnya pengetahuan dan kemampuan membaca serta memahami ajaran agama dari sumber aslinya yakni Al Qur`an dan hadis nabi bagi kaum muslim di daerah ini.

Kondisi tersebut menjadi masalah pokok dalam agenda meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan sosial budaya di daerah ini, ujarnya dalam penjelasan tertulis pada peraturan Gubernur Sumatera Barat No.34/2006 tentang Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemprov Sumbar 2007 di Padang, Selasa.  Masalah tersebut juga disertai lemahnya fungsi lembaga-lembaga dan wadah pendidikan agama, katanya.      

Sementara itu, tantangan yang dihadapi justru makin berat berupa perubahan sosial di tengah masyarakat global maupun lokal yang berpengaruh terhadap tatanan kehidupan yang berlandaskan pada filosofi "Adat basandi syara`, syara` basandi kitabullah".

Selain itu, muncul pula berbagai aliran dan faham-faham keagamaan yang cenderung keluar dari sumber ajaran yang sebenarnya. Menghadapi kondisi ini, maka upaya yang disiapkan dan akan dilakukan Pemprov Sumbar bersama pihak terkait adalah peningkatan wawasan dan kesejahteraan pada ulama dan juru dakwah.       

Kemudian meningkatkan sarana dan prasarana rumah ibadah dan kelembagaan keagamaan serta pemberdayaan tempat ibadah menjadi pusat kegiatan keagamaan termasuk untuk kegiatan sosial, ekonomi dan peningkatan kemampuan membaca serta memahami ajaran agama dari sumber aslinya.     

Pada sisi lain, menurut gubernur, pemahaman dan implementasi adat dan budaya daerah serta apresiasi terhadap perkembangan seni daerah juga masih rendah.Hal ini terlihat dari belum sempurnanya aktualisasi nilai-nilai adat dan budaya dalam kehidupan masyarakat serta rendahnya dukungan terhadap pengembangan seni daerah ini. Pengembangan kreativitas dalam penyelenggaraan kegiatan seni dan pengenalannya di jenjang pendidikan juga belum optimal dan sistematis termasuk apresiasi terhadap pekerja seni.      

Padahal tantangan yang dihadapi adalah proses globalisasi dan arus budaya asing dan gaya hidup yang cenderung telah bergerser dan meminggirkan identitas dan nilai-nilai budaya daerah. Terhadap masalah-masalah ini, upaya yang akan dilakukan Pemprov Sumbar bersama pihak terkait adalah penyempurnaan materi dan metode pendidikan budaya alam Minangkabau (BAM) dalam kurikulum sekolah.      

Selanjutnya, peningkatan SDM adat dan pengelolaan lembaga seni dan budaya serta pemberdayaan, pengkajian, pengembangannya sekaligus meningkatkan intensitas festival dan promosi, tambah gubernur.(Ant/Ims) 

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.628466 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 465806
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.