Senin, 14 Maret 2011, 11:00 – Sub Bagian Ortala dan Kepegawaian
Pelantikan Pejabat Eselon III & IV

Mataram_ Kakanwil Kemenag NTB H Lalu Suhaimi Ismy, Sabtu (12/3) melantik para pejabat eselon III dan IV di Aula Kemenag NTB. Tercatat 5 eselon tiga dan 3 eselon empat menempati pos baru mereka di posisi masing-masing.

Sejumlah nama mengisi jabatan yang selama ini lowong di Kementerian Agama NTB. Kepala Bidang Mapendaisum diisi H Jalalussayuthi SS,MPd menggantikan Drs H Ariya yang menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil. Sementara Kanmenag Kota Mataram sekarang memiliki pimpinan baru Drs H Badrun M.Pd setelah lama lowong. Posisinya sebagai Kakanmenag Lombok Tengah (Loteng) digantikan Drs Nasri yang sebelumnya Kasi Mapenda Kanmenag Loteng. Posisi top leader yang juga sempat kosong di Kanmenag Kota Bima terisi dengan naiknya Drs H Syahrir sebagai Kakanmenag. Ia sebelumya menjabat Kasubbag Tata Usaha Kanmenag Kota Bima.

Rotasi di tingkat eselon IV juga mewarnai pelantikan kali ini. Kasi Kelembagaan dan Tata Laksana Bidang Mapendaisum yang ditinggalkan H Jalalussayuthi diisi oleh Drs Lalu Asyari mantan Kasi PK Pontren Kanmenag Loteng. Sedang pertukaran posisi di internal Bidang Bimas Hindu terjadi. Nengah Kerti yang sebelumnya Kasi Kelembagaan menjadi Kasi Sarana dan Seni. Posisinya digantikan oleh Dra Ni Wayan Sutini yang sebelum ini menjabat sebagai Kasi Sarana san Seni.

Kakanwil mengungkapkan setiap pergantian/mutasi adalah sesuatu yang biasa di organisasi mana saja. Ini merupakan bentuk rotasi atau penyegaran bagi organisasi tersebut, tidak terkecuali Kementerian Agama. Dikatakannya rotasi ini harus betul-betul disadari dilakukan dalam rangka mengisi kekosongan baik di Kanwil maupun Kanmenag Kabupaten/Kota. “Tidak Cuma kosong saja tapi rotasi didasari kemampuan dan penguasaan terhadap jabatan yang akan diemban,” imbuhnya.

Berkaitan dengan sumpah yang telah diikrarkan dalam pelantikan, Kakanwil berharap agar dihayati dengan sungguh-sungguh. “Artikanlah sumpah ini sebagai sesuatu yang mendasar, karena sumpah terkait kepada Tuhan,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut Kakanwil menyampaikan dua hal penting yang harus dimiliki oleh masing-masing top manajer (pimpinan), yakni pertama, manajer yang baik harus benar-benar mumpuni. Ia harus mampu memberikan bimbingan dan arahan bagi aparat dibawahnya. Loyalitas bermakna kejujuran pada diri masing-masing. Jujur harus dipupuk melalui interaksi baik ke atas, ke samping dan atau ke bawah. Interaksi juga bermakna agar kita pandai-pandai memilih teman. Teman dalam arti sesungguhnya bukan teman yang bisa menjerumuskan kita. “Jangan sampai kita terjebak pada interaksi yang hanya miring saja mengenai orang lain,” ungkapnya.

Hal penting kedua yang harus dilakukan oleh setiap top manajer adalah pengawasan yang ketat terhadap bawahannya. Pengawasan melekat dibutuhkan agar setiap pimpinan mampu menilai kemampuan masing-masing bawahannya serta sebagai koreksi terhadap kinerja mereka.

Kepada para pejabat yang baru dilantik Kakanwil berpesan agar menjalani amanah yang diberikan dengan tulus, ikhlas serta penuh rasa tanggung jawab.

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.037472 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 502464
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.