Selasa, 5 Juni 2012, 08:32 – Bidang Haji & Umroh
Manasik Haji

Mataram_Asrama Haji Embarkasi Mataram, kegiatan Bimbingan Jemaah Calon Haji yang melibatkan Kasi Haji dan Kepala KUA se Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaksanakan. Hadir dalam kesempatan tersebut Kakanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat , Kepala Bagian Tata usaha, Kabid Haji&Umrah, Pembimbig Kahtolik, dan Kabid Urais Kanwil kemenag Prov. NTB.

Dalam kesempatan tersebut Drs.H. Ismail selaku ketua panitia mengatakan, bahwa latar belakang kegiatan ini ialah merujuk pada UU No. 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji mengatakan bahwa, upaya penyempurnaan sistem dan manajemen penyelenggaraan ibadah haji perlu terus dilakukan agar pelaksanaan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan lancar dengan menjunjung tinggi semangat keadilan, transparansi, dan akuntabilitas publik serta Penyelenggaraan Ibadah Haji adalah rangkaian kegiatan pengelolaan pelaksanaan Ibadah Haji yang meliputi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan Jemaah Haji, Pembinaan Ibadah Haji adalah serangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan dan pembimbingan bagiJemaah Haji,“ujarnya”.

Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah, untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan untuk mendapatkan informasi terkini tentang haji. Serta agar peserta mampu mingkatkan SDM dan membimbing jemaah haji sesuai dengan perturan perundang-undangan yang berlaku,“katanya”.

H.Lalu Suhaimi Ismy dalam penyampaiannya menekankan bahwa agar kegiatan ini mampu membawa manfaat bagi seluruh peserta yang hadir, sehingga sekembalinya dari kegiatan ini dapat menerapkan apa-apa yang telah diterima disini. Pada kesempatan tersebut beliau juga menekankan Tupoksi Kepala KUA harus diperjelas karena KUA adalah sebagai garda terdepan di Kecamatan bagi Kementerian Agama,“harapnya”.

Kepada DPR RI, beliau juga mengharapakan agar besaran ONH segera mendapat kejelasan demi pelaksanaan haji yang optimal, agar jangan sampai seperti tahun lalu dimana ONH diumumkan hampir mepet dengan keberangakatan haji. Dan berdasarkan rapat koordinasi teknis haji di Jakarta untuk pemondokan jemaah Indonesia berada di ring Makaziah, kira-kira 0 meter sampai 600 meter dari Masjid Nabawi di Madinah, sedangkan pada tahun ini terdapat penggusuran besar-besaran 1700 Hotel di Masjidil Haram dan tentunya ini berakibat pada pemondokan haji Indonesia. Sedagkan untuk katering haji pada tahun ini jamaah haji Indonesia dapat bersyukur bahwa pemerintah saat ini memberikan snack (roti) untuk sarapan pagi di Madinah, dan untuk di Mekkah diadakan kombinasi katering antara prasmanan dan books,“imbuhnya”.

Untuk bimbingan manasik haji pada tingkat Kecamatan diadakan 11 kali pertemuan, dan untuk tingkat Kabupaten diadakan 4 kali pertemuan, dan untuk tingkat Provinsi diadakan 2 kali pertamuan. Ini bertujuan agar jemaah calon haji paham akan manasik haji, beliau juga mengharapka agar tata cara bimbingan manasik haji lebih simpel, karena ibadah haji merupakan ibadah fisik dan menekankan cara dari pada bacaan. “ingatnya”.

Ada beberapa hal yang menjadi pesan Kakanwil kepada para KUA, bahwa Kepala KUA bukan pegawai/pejabat yang hanya mengurusi NR, akan tetapi kepala KUA merupakan Menteri Agama di Kecamatan, beliau juga mengahrapakan agar kepala-kepala KUA dapat mensuport bidang pendidikan agama di Kecamatan, dan mensukseskan maghrib mengaji. Menurut Kihajar Dewantara turtur beliau ada 3 hal yang merupakan pendidikan pertama yaitu satu pendidikan dirumah tangga, pendidikan disekolah, pendidikan dimasyarakat. Dan ditekankan kepada para KUA agar mampu peka terhadap kondisi sosial masyarakat, dan melakukan pencintraan terhadap instansi Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta berharap jajaran Kemenag Prov.NTB mematuhi aturan yang berlaku serta tetap solid,“ujarnya”.

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.055016 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.68
Jumlah pengunjung: 472381
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.