Cari Berita
HATI YANG “BERSERAH”

Hati yang berserah mengingatkan kita bahwa setiap ujian dan apapun yang hadir dalam hidup dan kehidupan adalah bagian dari rencana besar yang melampaui batas pengertian kita sebagai manuysia biasa. Hal ini juga terkait erat dengan bagaimana kita memahami dan menyadari taqdir Ilahi yang hari hari kita tak lepas dari ketentuan dan ketetapanNya.

Lebih jauh kita bicara tentang Takdir, taqdir Ilahi bukanlah semata-mata ketetapan yang membelenggu pilihan. Ia adalah simfoni yang memadukan kehendak Allah dengan usaha manusia. Dalam setiap usaha, ada doa yang menjadi sayapnya, mengantar kerja keras menuju ketetapan yang terbaik. Takdir Ilahi mengajarkan kita bahwa meskipun hasil ada di tangan-Nya, usaha adalah wujud pengabdian. Seperti seorang pelaut yang mengarahkan layar menuju samudra, kita mengarahkan hidup, namun angin takdirlah yang menentukan ke mana kita akan berlabuh. 

Sebagai insan yang lemah, Kita tidak pernah tahu halaman apa yang akan terbuka esok hari. Dalam buku kehidupan ini. Terkadang, ia hadir sebagai jawaban yang lama ditunggu, terkadang ia membawa pelajaran yang berat namun penuh hikmah. Setiap halaman adalah keajaiban, dan setiap kata adalah pesan cinta dari Allah kepada hamba-Nya. Takdir mengajarkan kita untuk mencintai proses, bukan hanya hasil; untuk menghargai perjalanan, bukan hanya tujuan. 

Hati yang berserah bukanlah yang pasif menerima keadaan dan tidak ada usaha untuk melakukan perubahan tapi Hati yang Berserah adalah sebuah tindakan paling heroik yang bisa dilakukan seorang hamba setalah melakukan totalitas dalam proses dan usaha, setelah semua upaya dijalaninya; lalu ia meletakkan semua bebannya di hadapan Sang Maha Kuasa, dan mempercayai bahwa Dia akan memikulnya dengan cinta. Ia adalah upaya untuk memperkuat keyakinan bukan dengan merumuskannya secara logika, melainkan dengan merasakannya di setiap denyut jantung. 

Kesadaran hati yang berserah muncul dalam keteguhan sikap ; bahwa kedamaian sejati bukanlah milik mereka yang mampu mengendalikan setiap keadaan, melainkan milik mereka yang mampu berserah pada ketentuan sang penguasa alam.

“Semoga HATI ini bisa berserah seutuhnya pada ketentuannya, bukan karena tak punya pilihan, melainkan karena yakin bahwa pilihan Allah adalah yang terbaik”. 

Tim Humas Kanwil NTB

Kontributor dari satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tulisan ini bertujuan untuk mendukung keterbukaan informasi dan publikasi kegiatan keagamaan serta layanan masyarakat.

Bagikan Berita

Mode Aksesibilitas

Pilih pengaturan aksesibilitas:

Mode Tampilan
Ukuran Teks
Teks
Navigasi
Reset