Cari Berita
Perkuat Kemitraan Dengan PGI, PGPI, Dan PGLII Wilayah NTB Pembimas Kristen Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Di Bidang Penguatan Ekoteologi

Humas.KemenagNTB. Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. NTB melalui Pembimas Kristen Jonson Parulian Hottua, SH., MH., M.Th..  melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ( MoU ) bertempat di ruang pertemuan GPIB Immanuel, Jalan Bung Karno, Mataram, momen bersejarah ini mempertemukan para tokoh kunci gereja se-Pulau Lombok. Penandatanganan dilakukan bersama tiga pimpinan aras gereja besar di NTB, yakni Ketua PGI Wilayah NTB Pdt. Miss Peletimu Sono Bogar, S.Th., M.Si, Ketua PGPI Wilayah NTB Pdt. Kawi Ariyaguna, S.E., M.A, dan Ketua PGLII Wilayah NTB Pdt. Markus Setiawan, S.Th.

Jonson Parulian Hottua, SH., MH., M.Th..  mengungkapkan bahwa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Bidang Penguatan Ekoteologi ini merupakan implementasi Asta Protas Menteri Agama di Bidang Ekoteologi dan pencanangan Gerakan Indonesia Asri oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto.

Lanjut, Jonson Parulian Hottua, SH., MH., M.Th..  juga menyampaikan bahwa tujuan dari Perjanjian Kerja Sama ini adalah mengembangkan pemahaman dan praktik ekoteologi dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat, mendorong peran aktif gereja dalam pelestarian lingkungan hidup, mengintegrasikan nilai iman Kristen dengan kepedulian ekologis, mendukung program pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

Seperti yang disampaikan Jonson Parulian Hottua, SH., MH., M.Th..  bahwa yang menjadi lingkup Perjanjian Kerjasama di Bidang Penguatan ekoteologi yang ditandatangani meliputi pelaksanaan Seminar, lokakarya, dan diskusi publik terkait ekoteologi, krisis iklim, dan isu lingkungan hidup, pelaksanaan kampanye kesadaran lingkungan berbasis gereja berupa kegiatan dan aksi nyata pelestarian lingkungan (penanaman pohon, pengelolaan sampah, konservasi air, pembuatan lubang biopori, dan kegiatan sejenis), pelaksanaan Gerakan dan Aksi Ekologis berbasis jemaat dalam mendukung program Moderasi Beragama dan Rumah Ibadah Ramah Lingkungan (Green Church), pelaksanaan pendampingan dan pemberdayaan jemaat dalam praktik hidup berkelanjutan melalui materi khotbah pada ibadah minggu maupun ibadah kategorial, dan Penelitian dan publikasi bersama di bidang ekoteologi dan pelayanan keagamaan berwawasan lingkungan.

Untuk diketahui bahwa Ekoteologi merupakan refleksi teologis tentang hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam ciptaan. Dalam konteks krisis iklim dan kerusakan lingkungan saat ini, ekoteologi menjadi semakin penting karena mengajak umat Kristen melihat alam bukan sekedar sumber eksploitasi, tetapi sebagai bagian dari karya ilahi yang harus dijaga. ( Tim Humas )

Tim Humas Kanwil NTB

Kontributor dari satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tulisan ini bertujuan untuk mendukung keterbukaan informasi dan publikasi kegiatan keagamaan serta layanan masyarakat.

Bagikan Berita

Mode Aksesibilitas

Pilih pengaturan aksesibilitas:

Mode Tampilan
Ukuran Teks
Teks
Navigasi
Reset