Humas Kemenag Lotara - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara melakukan peninjauan langsung ke Pusat Observasi Bulan (POB) yang berlokasi di Dusun Onggong, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, pada Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Hisab Rukyat penentuan awal 1 Ramadhan 1447 Hijriah.
Peninjauan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag NTB, H. Azhar bersama rombongan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Utara, H. Jalalussayuthy didampingi Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Lombok Utara, H. Sulhi Akbar, serta Kepala KUA Kecamatan Tanjung, Lalu Sukri.
Dalam keterangannya, H. Azhar, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan Gedung POB Lombok Utara. Ia menegaskan bahwa tahun 2026 ini akan menjadi momentum penting karena POB tersebut akan digunakan untuk pertama kalinya dalam kegiatan observasi bulan.
“Alhamdulillah POB kita sudah jadi dan insyaallah tahun ini kita akan memulai pelaksanaan observasi bulan di tempat ini. Insyaallah pelaksanaannya tanggal 17 Februari 2026,” ungkap H. Azhar.Ia juga berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan hisab rukyat perdana ini. Direncanakan, undangan akan melibatkan sekitar 50 orang, yang terdiri dari unsur Kementerian Agama,pengelola POB, BMKG, tim rukyatul hilal, UIN Mataram, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam. Tim observasi akan berasal dari Kemenag, BMKG, dan UIN Mataram.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lombok Utara, H. Jalalussayuthy, menyampaikan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan Gedung POB sebelum digunakan dalam pelaksanaan hisab rukyat.
“Tujuan kita ke sini adalah untuk melihat secara langsung keberadaan Gedung POB ini dan insyaallah akan terlaksana hisab rukyat perdana yang dijadwalkan pada tanggal 17 Februari 2026,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan hisab rukyat nantinya akan menjadi bagian dari pemantauan hilal nasional, di mana pemerintah akan menunggu dan mengompilasi hasil rukyatul hilal dari seluruh POB di Indonesia sebagai dasar penetapan awal Ramadhan.
Menurut rencana, kegiatan hisab rukyat di POB Lombok Utara akan dilaksanakan pada 17 Februari 2026, dimulai sekitar pukul 16.30 WITA, sedangkan proses pengamatan hilal akan dilakukan sekitar pukul 18.30 WITA.
Selain itu, kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan semi peresmian Pusat Observasi Bulan Lombok Utara.
“Hajat kita ini untuk pertama kali dan sekaligus dilaksanakan semi peresmian. Insyaallah akan diundang Bapak Kakanwil Kemenag NTB, Bupati Lombok Utara, serta jajaran Kemenag kabupaten/kota,” tambah H. Jalalussayuthy.
Ia juga menegaskan bahwa Gedung POB Lombok Utara memiliki nilai strategis dan kebanggaan tersendiri, karena menjadi satu-satunya Pusat Observasi Bulan untuk wilayah NTB, Bali, dan NTT.
“Ini merupakan aset kita, kebanggaan kita, terlebih keberadaannya di Lombok Utara. Oleh karena itu, kami berharap agar Gedung POB ini dapat dijaga dan dipelihara bersama,” pungkasnya.
Dengan adanya Pusat Observasi Bulan ini, diharapkan Lombok Utara dapat berkontribusi secara aktif dan ilmiah dalam proses penentuan awal bulan hijriah, khususnya dalam penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah di Indonesia.
Tim Humas Lotara