MENAG: PESANTREN POTENSIAL UNTUK MEDIASI DAN KAMPANYE PEMBANGUNAN

Selasa, 09 Mei 2006 11:00

MENAG: PESANTREN POTENSIAL UNTUK MEDIASI DAN KAMPANYE PEMBANGUNAN
Yogyakarta, 9/5 (Pinmas) - Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan, pondok pesantren potensial untuk mediasi dan kampanye pembangunan karena memiliki nilai keunggulan yang jarang dimiliki lembaga lain. "Nilai itu masih tetap relevan dengan kondisi kebangsaan saat ini. Salah satu nilai yang dimiliki pesantren adalah kemandirian," katanya pada pertemuan pimpinan pondok pesantren se-Jawa di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa. Berkat kemandirian itu, menurut dia, jumlah pesantren mengalami peningkatan secara signifikan sejak tiga dasawarsa terakhir. Saat ini terdapat sekitar 13 ribu pesantren yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.Ia mengatakan, selain menunjukkan tingkat keragaman pandangan pimpinan pesantren dan independensi kyai, jumlah itu memperkuat argumen bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan swasta yang sangat mandiri dan merupakan praktek pendidikan berbasis masyarakat."Cukup banyaknya pesantren dengan beragam corak itu juga penting dalam rangka realisasi gerakan pendidikan untuk semua, akselerasi wajib belajar pendidikan dasar, dan meningkatkan indeks pembangunan manusia yang dituntut dalam kesepakatan berbagai negara tentang Millenium Development Goal (MDG)," katanya.Oleh karena itu, keberadaan pesantren sebagai salah satu pilar bangsa perlu terus dikembangkan dan ditingkatkan. Dalam konteks pembangunan saat ini pesantren perlu memiliki visi pembangunan yang jelas.Ia mengemukakan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan pesantren di antaranya sebagai agen dakwah. Dakwah merupakan misi suci yang sudah melekat dengan dunia pesantren, tetapi perkembangan dakwah saat ini perlu direspons secara kreatif oleh pimpinan pesantren sehingga sasaran dakwah bisa menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas dan tepat sasaran.Pesantren juga sebagai penyemai sumber daya manusia yang tangguh dan unggul dengan mengembangkan pendidikan kewirausahaan dan keterampilan yang memadai agar santri mampu menghadapi masa depan dengan penuh optimis dan memiliki daya saing.Selain itu, pesantren juga sebagai mediator sosialisasi program pembangunan pada masyarakat dan pengembangan wawasan kebangsaan."Dalam hal ini, pesantren perlu meningkatkan wawasan kebangsaan pada santri maupun masyarakat lingkungannya agar mereka dapat hidup bersama dan berdampingan dengan berbagai kelompok masyarakat Indonesia yang multikultural serta mampu menebarkan rahmat bagi lingkungan," katanya. (Ant/Ba)
318
Share :

INFORMASI LAINNYA

MAN 1 SUMBAWA RUTIN GELAR IMTAQ SISWA
Selasa, 08 April 2014 11:18
MENAG: CJH TAK PERLU KHAWATIR KONDISI PESAWAT
Kamis, 23 November 2006 12:00