MUSLIM MINORITAS PERLU MEMBAUR

Kamis, 22 Juni 2006 11:00

MUSLIM MINORITAS PERLU MEMBAUR
Jakarta, 22/6 (Pinmas) - Umat Islam dan ulama di negeri-negeri yang jumlahnya umat muslimnya minoritas seperti di negeri-negeri Barat, ditantang untuk membaur, berkomunikasi dan tidak mengasingkan diri. "Dengan cara itulah umat Islam bisa menjelaskan kepada Barat bahwa aksi kekerasan atau terorisme sama sekali tak ada kaitannya dengan Islam," kata Ulama Australia, Syeikh Salim Alwan Al Hasaniy di sela Konferensi Cendekiawan Islam Internasional (ICIS) yang ditutup di Jakarta, Kamis. Pria yang juga Ketua Umum Darul Fatwa, organisasi Islam di Australia itu, mengatakan, pelaku terorisme mengklaim aksi yang mereka lakukan berangkat dari pemahaman jihad dalam ajaran Islam sehingga memunculkan pandangan negatif Barat terhadap Islam. "Di sini seorang dai dituntut meluruskan dan menjelaskan hakikat Islam dan keluwesan syariat Islam. Seorang dai tak akan rela tindakan kelompok yang menggunakan jargon Islam bertujuan mencari keuntungan politis meraih dukungan massa yang marah atas kezaliman terhadap umat Islam," katanya. Kezaliman, ujar dai kelahiran Beirut, Lebanon itu, tidak dilawan dengan kezaliman, ajaran Islam tidak merelakan penghalalan darah orang yang tak memiliki sangkut-paut dengan masalah. Salim juga menguraikan dua tantangan muslim di tengah masyarakat non muslim, yaitu keterasingan dalam lingkungan tempat tinggal dan keterasingan dalam agama. Mereka tidak seharusnya terjebak masuk dalam kelompok ekstrem karena keterasingan itu, tetapi seharusnya juga tidak terbawa arus gaya hidup mayoritas masyarakat Barat yang bertentangan dengan nilai Islam. Dikatakannya, kini mulai banyak muslim yang tidak bangga terhadap identitas ke-Islamannya bahkan merasa aib jika memiliki afiliasi ke lingkungan masyarakat muslim. Padahal seharusnya mereka di satu sisi bangga pada ke-Islamannya, amalnya, takwanya dan persaudaraan muslimnya, di sisi lain mampu berbaur dan bergaul dengan masyarakatnya. Anak-anak keluarga muslim, ujarnya, seharusnya tetap diajarkan dalam wadah pendidikan Islam dan berhati-hati terhadap ide-ide yang justru menjauhkan kehidupan Islami, yang mendasarkan diri pada sumber-sumber orientalis. Menurut dia, kenyataan banyak tulisan tentang Islam di Barat yang diterjemahkan dari bahasa Arab ditulis dengan tujuan tidak mencari kebenaran tetapi justru untuk menyerang Islam. Padahal terjemahan Bahasa Arab itu memiliki derivasi kata dan makna sangat luas yang tak dimiliki bahasa lain.Ant/Myd
293
Share :

INFORMASI LAINNYA

SATGAS SPIP SAMBANGI MAN 1 MATARAM
Senin, 24 Oktober 2016 11:08
Kamis, 01 Januari 1970 07:00