Menag : Perbaikan Pelayanan Haji Telah Dilakukan

Kamis, 24 Mei 2007 11:00

Menag : Perbaikan Pelayanan Haji Telah Dilakukan
Jakarta, 24/5 (Pinmas) - Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan, selama tiga kali musim haji sejak tahun 2005, Departemen Agama telah melakukan berbagai perbaikan dalam pelayanan haji, antara lain penertiban aparatur haji, penyempurnaan pendaftaran, penataan organisasi PPIH di Arab Saudi, efisiensi dan transparansi pengelolaan biaya ibadah haji serta menghilangkan biaya khadamat. Hal itu diungkapkan Menteri Agama pada acara pembukaan Rapat Kerja Kantor Wilayah Dep.Agama Propinsi Sulawesi Selatan, di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu (23/5). Dalam hal penataan haji ini, kata Menag, pihaknya juga melakukan pemberian katering kepada jemaah selama di Madinah, menghilangkan fasilitas haji bagi mereka yang tidak berhak, penyediaan dana APBN untuk pembiayaan komponen indirect cost, penyempurnaan pengelolaan bagasi jamaah, perubahan system penyewaan pemondokan menjadi proporsional dan penyatuan asosiasi penyelenggaraan ibadah haji khusus. Menurut Menag, apabila tidak ada persoalan catering di Arafah-Mina, maka upaya perbaikan pelayanan ibadah haji yang telah dilakukan dapat menjadi landasan yang kuat untuk penyelenggaraan ibadah haji ke depan. Untuk tahun 2007 ke depan, kata Menag, akan lebih memfokuskan kebijakan di bidang peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan mulai dari tingkat pra sekolah sampai perguruan tinggi. “Secara bersamaan kita akan memfokuskan peningkatan kualitas kerukunan umat beragama,” ujarnya. Menag mengatakan, Depag akan mengembangkan pola kerukunan umat beragama yang bersifat dinamis. Maksudnya, kata Menag, hubungan di antara umat yang berbeda agama selain terwujud dalam bentuk kesadaran akan kemajemukan dan dan sikap saling menghargai, juga diharapkan agar umat tersebut dapat bekerja sama dan saling membantu dalam bidang sosial ekonomi. (ts)Dengan demikian, kata Menag, umat beragama dapat secara bersama-sama mengatasi masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, pengangguran dan keterbelakangan. “Pemberdayaan umat beragama akan diwujudkan melalui dialog dan pengembangan wawasan multikultural,” ujarnya. Ponpes Modern Dalam kunjungan kerja ke Sulsel tersebut, Menteri Agama berkesempatan meninjau lokasi pembangunan Ponpes Modern Madrasah Aliyah Unggulan di Kelurahan Maccini Baji, Kec.Lau, Maros. Dalam kunjungan tersebut, Menag didampingi Gubenur Sulsel HM.Amin Syam, Rektor UIN Makassar Prof.Ashar Arsyad dan diterima Bupati Maros HA.Nadjamuddin Aminullah. Ponpes bertaraf internasional ini akan dibangun di atas lahan seluas 7 hektare diperkirakan akan menelan biaya sebesar 47 miliar. Ponpes ini akan dilengkapi fasilitas rumah santri, perumahan guru, rumah khusus tamu, ruang belajar, masjid dan sarana olahraga. Dalam kesempatan ekspose rencana pembangunan ponpes tersebut, Menag berjanji membantu melalui dana APBN serta memberi saran agar ponpes tersebut dilengkapi juga dengan sarana olahraga yang memadai.(ts)
273
Share :

INFORMASI LAINNYA