Agama Berperan Bentengi Dari Bahaya HIV AIDS

Kamis, 22 November 2007 12:00

Agama Berperan Bentengi Dari Bahaya HIV AIDS
Jakarta, 22/11 (Pinmas) - Agama memiliki peran yang penting bagi upaya membentengi maupun memperbaiki atau rehabilitasi masyarakat dari bahaya penyakit HIV AIDS. Karena dengan penghayatan agama yang baik dapat membentuk jiwa yang tabah dari godaan setan, sehingga tumbuh generasi yang sehat pisik dan mental. Demikian dikemukakan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Departemen Agama Ny. Wiwiek Maftuh Basyuni pada seminar “Dampak HIV AIDS terhadap ketahanan nasional” di Sasana Amal Bhakti Departemen Agama, Kamis (22/11). “Bagaimana membentuk diri yang yang tabah tentu dengan peningkatan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Ny. Wiwiek pada seminar yang diselenggarakan dalam rangka HUT Dharma Wanita Persatuan ke VIII. Dalam seminar itu selaku pembicara antara lain Drg Arwita Mulyawati Budi Setiawan, istri Dirjen Bimas Buddha Drs Budi Setiawan M.Sc Menurut Ny. Wiwiek, pendidikan agama yang baik adalah upaya membentengi keluarga agar anak-anak berperilaku santun, dengan demikian menjadi erat hubungannya dengan orang tua. Juga setiap anggota keluarga melakukan aktivitas keagamaan yang benar, dengan demikian bisa terhindar dari pergaulan yang salah. Adapun upaya perbaikan atau rehabilitasi bagi pengidap HIV AIDS, menurut istri Menag Maftuh Basyuni ini dengan mengembalikan mereka yang tersesat kepada jalan yang benar. Tentunya dengan pendekatan sebaik mungkin agar mereka mau mawas diri. Ia juga mengimbau anggota Dharma Wanita Persatuan Departemen Agama agar menjaga dengan baik perilaku masing-masing anggota keluarga. “Setiap keluarga memberi bekal sebaik-baiknya bagi anggota keluarganya,” ingat putri mantan Menteri Agama KH Muhammad Ilyas ini. Terkait dengan pelaksanaan seminar ini, Ny Wiwiek mengatakan topik ini diangkat selain dalam rangka Hari Kesehatan juga HUT Dharma Wanita, serta mensosialisasikan bagiamana bahayanya penyakit HIV AIDS yang belakangan ini kita terlena dengan penyakit yang lain seperti flu burung yang menyebar di Indonesia. “Topik ini diangkat supaya warga waspada dengan penyakit ini yang perkembangannya di tanah air cukup meprihatinkan dan belum ada obat yang pasti untuk memberantasnya. Jadi kita harus berusaha menyadarkan masyarakat dari perilaku yang bisa mereka terkapar dengan HIV ini,” ujarnya. Dikatakan, penyakit HIV AIDS (human immunodeficiency syindrome dan acquired immunodeficiency syindrome) sebenarnya penyakit yang tidak mudah menular. Karena penularannya apabila terjadi kontak langsung dengan pengidapnya. Kontak itu seperti dengan hubungan seksual atau pemakaian jarum suntik bersama. “Pada saat ini banyak yang teridap karena mereka berganti-ganti pasangan sex,” ungkapnya. Selain itu, kata Ny. Wiwiek, kita kuatirkan pada anak-anak kita selain mereka terkena narkoba juga penyakit HIV ini bisa menyerang mereka karena penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Sementara itu Ketua Panitia Ny. Nasaruddin Umar mengatakan, virus HIV AIDS telah mewabah di dunia sehingga di muka bumi ini telah tertular sebanyak 37,2 juta jiwa, sedangkan di Indonesia pada tahun 2004 telah menulari sejumlah 90 ribu sampai 130 ribu jiwa. Untuk mencegah penyakit ini dengan perilaku yang baik, tentu diperoleh dengan pengetahuan agama melalui majelis taklim, keluarga sakinah dan lainnya. (ks)
272
Share :

INFORMASI LAINNYA