Peran Strategis Penghulu

Rabu, 19 Agustus 2009 11:00

Peran Strategis Penghulu
Mataram_Bertempat di Gedung PSBB MAN 2 Mataram (18/8) berlangsung dua kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang URAIS Kanwil Dep. Agama NTB, yaitu Orientasi Jabatan Fungsional Penghulu dan Orientasi Bendahara Pembantu pada KUA Kecamatan. Diikuti oleh 120 orang peserta dari seluruh Kabupaten/kota se-NTB. Kegiatan Orientasi Jabatan Fungsional Penghulu dan Bendahara Pembantu pada KUA Kecamatan dilatar belakangi oleh pelayanan kepada masyarakat dibidang pernikahan dan pegelolaan keuangan pada KUA Kecamatan, oleh karena itu setiap Pejabat Fungsional harus memiliki pengetahuan yang memadai baik masalah peraturan perundang-undangan, hukum agama, terutama hukum munakahat dan pengetahuan tantang penatausahaan keuangan dalam rangka pembinaan dan pelayanan kehidupan beragama kepada masyarakat khususnya pelayanan dibdang NR. penghulu adalah Pegawai Negeri Sipil sebagai Pegawai Pencatat Nikah yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh untuk melakukan pengawasan Nikah/Rujuk menurut agama Islam dan kegiatan-kegiatan kepenghuluan lainnya. Kita menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab sebagai abdi Negara, terutama Penghulu khususnya, dituntut untuk secara terus menerus meningkatkan kualitas diri, termasuk dalam sisi penghayatan dan pengamalan tugas-tugas sehari-hari. Peran penghulu sangat strategis, di tengah kondisi masyarakat yang majemuk, kritis dan tuntunan pelayanan yang semakin meningkat, sehingga sikap profesionalisme sangatlah dibutuhkan, khususnya dalam pelayanan Nikah Rujuk. demikian disampaikan oleh ketua panitia H. Khairuddin Abbas,SH dalam sambutannya. Dalam sambutannya Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Departemen Agama Prov. NTB mengungkapkan lima tugas berat yang di emban pemerintah dalam hal ini Departemen Agama yaitu : 1. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan agamas 2. Meningkatkan kerukunan antar ummat beragama 3. Meningkatkan kualitas Pendidikan 4. Meningkatkan kualitas Penyelenggaraan Haji & Umroh 5. Meningkatkan kualitas kinerja aparatur negara terutama Dep. Agama Kepada para peserta beliau memberikan beberapa gambaran tentang masih adanya stigma-stigma negatif dari masyarakat terhadap layanan KUA selama ini.Salah satunya mengenai keseragaman dalam prosesi akada nikah. "ada hal-hal yang sebenarnya tidak perlu ditanyakan tetapi ditanyakan oleh penghulu kepada calon pengantin," ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat apakah tidak ada standarisasi bagi penghulu dalam mengawal prosesi akad nikah? Ke depan pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik dan lebih progresif. "kita harus mencoba. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Perubahan sikap mental dan paradigma layanan mutlak dilakukan," lanjutnya.
726
Share :

INFORMASI LAINNYA