Bupati Bima: KUB di Bima Sangat Kondusif

Kamis, 20 Januari 2011 12:00

Bupati Bima: KUB di Bima Sangat Kondusif
Bima_ Tarian Selamat datang dari siswi MIN di Kabupaten Bima menyambut kedatangan rombongan Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB beserta tokoh-tokoh dari masing-masing agama di Halaman Kantor Kemenag Kab. Bima. Sebelumnya Kakanmenag Kab Bima H Yaman H Mahmud mengalungkan kain khas Bima sebagai ucapan selamat datang kepada Kakanwil Kemenag NTB H Lalu Suhaimi Ismy. Hari itu, Rabu (19/1) adalah hari yang bersejarah di Kab Bima,karena selain diadakan pertemuan dengan Bupati, birokrat, tokoh-tokoh agama (toga) dan tokoh masyakrat di Kabupaten dan Kota Bima, juga pada saat itu masyarakat menyaksikan penandatanganan piagam peresmian Madrasah Aliyah (MA) Al Jihad Ngali-Renda oleh Bupati Bima Fery Zulkarnain dan Kakanwil Kemenag NTB. Hadir dalam pertemuan silaturahmi tokoh agama yang dirangkai dengan Tasyakuran Hari Amal Bhakti ke-65 dan persemian MA Al Jihad Ngali-Renda diantaranya, Bupati Bima, Ketua DPRD Bima, Walikota Bima, Ketua MUI, Ketua Gabungan Organisasi Wanita. pimpinan ormas islam dan tokoh masing-masing agama. Bupati Bima Ferry Zulkarnain dalam sambutannya menyampaikan Ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran kemenag yang telah bekerja dengan professional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelayanan pendidikan dan pelayanan haji yang semakin baik dari tahun ke tahun. "Kehidupan umat beragama di bima sungguh sangat luar biasa. Berkat usaha bersama pemerintah daerah dan Kemenag Kab Bima yang intens melakukan dialog antar umat beragama, duduk bersama-sama memecahkan berbagai macam persoalan, maka alhamdulillah kerukunan bisa terus dijaga hingga saat ini." ucap Bupati bangga. Ferry menggambarkan toleransi yang cukup tinggi dari umat beragama di Bima. Pada saaat umat islam berhari raya idul fitri umat lainnya menjaga kemananan pelaksanaan hari raya. Demikian juga sebaliknya pada saat umat kristiani merayakan natal umat islam memberikan jaminan kemanana bagi umat kristiani dan umat lainya. "Inilah bentuk kebersamaan umat beragama," sambungnya Toleransi yang baik pada saat ini rupanya sudah dimulai sejak lama dimana pada sejarah kesultanan Bima, Sultan Salahuddin bahkan memberikan tanah bagi umat kristiani untuk membangun Gereja. Hal yang sama juga dilakukan Sultan Kaharuddin dengan menyediakan lahan bagi umat Hindu untuk membangun Pura. Silaturahmi tokoh-tokoh lintas agama di Pulau Sumbawa selama empat hari dimulai dari Kabupaten/Kota Bima. Dilanjutkan Kab. Dompu, Kab. Sumbawa dan Kab. Sumbawa Barat. Bertujuan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Nusa Tenggara Barat dengan melakukan pertemuan dan dialog dengan pimpinan daerah, instansi terkait, tokoh lintas agama, unsur Kemenag dan tokoh masyarakat di daerah yang dikunjungi. (utt)
378

INFORMASI LAINNYA