NTB Provinsi Percontohan Gemar Halal

Jumat, 04 November 2011 11:00

NTB Provinsi Percontohan Gemar Halal
MATARAM_Kementerian Agama RI menetapkan NTB sebagai provinsi pertama yang menjadi percontohan Gerakan Masyarakat Sadar (Gemar) Halal di Indonesia. Pencanangan NTB sebagai provinsi percontohan ini dilakukan kemarin di Hotel Jayakarta Senggigi. "Di Indonesia baru NTB yang ditetapkan sebagai percontohan Gemar Halal," jelas Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI H Ahmad Jauhari kepada Lombok Post. Ditunjuknya NTB sebagai provinsi percontohan ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Antara lain sifat agamais masyarakat NTB yang dinilai masih kental, serta heterogennya kehidupan beragama di NTB. Daerah ini juga telah menjadi salah satu destinasi wisata nasional, sehingga akan banyak orang yang datang berkunjung. Diantara turis yang datang, banyak yang beragama Islam, yang tentunya membutuhkan makanan yang halal dan terjamin. "Dengan Gemar Halal ini, diharapkan kesadaran masyarakat muslim untuk mengkonsumsi makanan halal makin tinggi, khususnya di NTB yang merupakan daerah percontohan gerakan ini," paparnya. Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag NTB HL Suhaimi Ismi menyambut baik dengan ditunjuknya NTB sebagai provinsi percontohan Gemar Halal. Dia menilai penunjukkan ini diharapkan memberi banyak pengaruh positif kepada masyarakat. Khususnya bagi umat muslim yang sangat menginginkan makanan dan minuman yang dikonsumsi terjamin kehalalannya. Ditunjuknya NTB sebagai percontohan Gemar Halal juga diyakininya akan memberi imbas positif bagi sektor lain, terutama sektor pariwisata dan ekonomi. Dengan pencanangan ini, NTB akan dikenal turis domestik dan mancanegara sebagai daerah dimana makanan dan minuman yang dijual bebas terjamin kehalalannya. Dari segi ekonomi, industri makanan dan minuman dari NTB diharapkan laku terjual, terutama di kalangan umat muslim karena terjamin kehalalan dan kualitasnya. "Pencanangan Gemar Halal ini memberi banyak manfaat bagi daerah kita karenanya harus terus didukung," tandasnya. Untuk mendukung Gemar Halal ini, Kemenag NTB akan melakukan sejumlah aksi. Yang pertama dilakukan adalah sosialisasi ke masyarakat melalui para tokoh agama dan masyarakat mengenai keharusan mengkonsumsi makanan dan minuman halal untuk umat muslim. Selanjutnya LP POM MUI akan lebih aktif mengajak produsen makanan dan minuman khususnya untuk mengurus labelisasi halal pada produk-produknya. "Tiap tahun Kemenag Pusat dan Daerah terus menggelontorlan dana untuk membantu sertifikasi halal ini sehingga tidak memberatkan industri makanan dan minuman di NTB yang didominasi UKM," ujarnya. Sementara itu Kabid Urusan Agama Islam (Urais) Kemenag NTB HM Saleh Karim mengatakan, produsen makanan dan minuman khususnya harus mampu menjamin kehalalan produknya. Dengan demikian umat muslim yang menggunakan produk tersebut tidak diliputi kekhawatiran. "Karena itu kita selalu mengimbau industri di NTB untuk menyertakan sertifikat halal di produknya," imbaunya. (ms)
276
Share :

INFORMASI LAINNYA