Wajah Kemenag Representasi Wajah Umat Beragama di Indonesia

Kamis, 05 Januari 2012 12:00

Wajah Kemenag Representasi Wajah Umat Beragama di Indonesia
Jakarta_Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan,perjalanan sejarah Kementerian Agama selama 66 tahun telah menorehkan amal bagi umat,bangsa dan negara.Banyak keberhasilan Kemenag dalam pelayanan kehidupan beragama, pengembangan pendidikan agama serta pelayanan ibadah haji yang mendapat apresiasi dari publik. Namun disamping itu,kita tidak memungkiri masih terdapat sorotan dan penilaian yang kurang menggembirakan terhadap kinerja sebagian aparatur Kementerian Agama. Untuk itu saya mengajak keluarga besar Kemenag untuk menyikapi semua itu dengan bijak,kata Menteri Agama pada malam tasyakuran Hari Amal Bhakti ke 66 Kemenag di Jakarta. Acara tasyakuran yang dilaksanakan Selasa (3/1) malam dihadiri Ketua DPD RI Irman Gusman,Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz,Wakil Menag Nasaruddin Umar,para mantan Menag,Said Agil Husein Al Munawar dan Tolchah Hasan,para pejabat dan mantan pejabat Kemenag serta ratusan undangan yang memenuhi aula Gedung Kemenag di Jalan MH Thamrin,Jakarta Pusat. "Mari kita terus bekerja dengan tekad menjadikan hari ini lebih baik dari pada kemarin dan hari esok lebih baik daripada hari ini,imbuh Menag. Ia menambahkan, dalam membangun Kemenag ke depan, di tengah dinamika perkembangan bangsa dan isu-isu agama yang semakin berat,diperlukan pewarisan nilai-nilai, tradisi dan spirit Kementerian Agama yang menjadi pegangan dan inspirasi bagi seluruh aparatur. Tema peringatan HAB Kemenag tahun ini,yaitu âœMemperteguh komitmen untuk membangun Kementerian Agama yang bebas dari korupsi,menurut Menag menunjukkan bahwa seluruh jajaran aparatur Kemenag tidak pernah berhenti berupaya untuk membangun, memelihara dan memperbaiki reputasi Kemenag sebagai simbol moral pemerintah. "Kita semua menyadari bahwa wajah Kementerian Agama adalah representasi wajah umat beragama di Indonesia, ucap Menag. Bersamaan dengan tasyakuran HAB ke 66 Kemenag, Menteri Agama Suryadharma Ali memberikan penghargaan kepada empat orang tokoh nasional maupun daerah. Penghargaan tersebut diberikan kepada fugur yang dianggap berperan dan berjasa dalam penddidikan keagamaan di tanah air. Keempat tokoh penerima penghargaan dari Menag adalah mantan Presiden RI, BJ Habibie, mantan Menteri Agama Tolchah Hasan, Gubernur Lampung Sjahruddin ZP dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Menag menguraikan, BJ Habibie merupakan salah seorang tokoh yang telah berjasa dalam membangun madrasah Insan Cendekia dan menjadi inspirasi bagi pemerintah untuk memperbaiki madrasah di tanah air. "Banyak siswa siswi kita dari situ (Insan Cendekia) yang memenangkan olimpiade science internasional.Demikian juga banyak santri pondok pesantren lainnya yang memenangkan olimpiade science," jelasnya. Sedangkan Tolchah Hasan dianggap sebagai salah satu tokoh NU yang sudah banyak mengabdikan kehidupannya untuk pendidikan Islam di tanah air. "Ini patut kita berikan penghargaan bagi beliau," ujarnya. Sementara Gubernur Lampung, Sjahruddin ZP dinilai sebagai tokoh pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian yang besar tehadap kualitas pendidikan keagamaan di daerahnya.Salah satunya adalah kepedulian dia terhadap jamaah haji. "Banyak perhatian yang diberikannya kepada jamaah haji termasuk mempermudah perjalanan jamaah dari Lampung ke tanah suci. Kalau bandara di sana (Lampung) bisa menerima pesawat besar, maka tidak menutup kemungkinan Lampung ke depannya bisa menjadi embarkasi utama di Lampung," jelas Menag. Terakhir adalah adalah pemberian penghargaan kepada Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu. Menag mengatakan, Karel sangat adil memberikan perhatiannya kepada seluruh masyarakatnya yang dominan bergama Kristen Protestan dan Katolik. "Semuanya baik Islam, Hindu, Budha , Kristen dan Katolik dapat perhatian besar. Secara khusus, saya juga berterima kasih karena semangatnya luar biasa untuk menjadikan Maluku sebagai tuang rumah MTQ Nasional 2012," paparnya. Ditambahkannya, usulan Maluku untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional 2012 tersebut telah diputuskan. Dengan demikian, jika tidak ada halangan maka MTQ pada bulan Juni 2012 di Maluku akan menjadi tonggak sejarah bagi kerukunan umat beragama di Indonesia. "Dari situ kita berharap kejadian itu nantinya akan menjadi tauladan bagi daerah lain," imbuhnya. (ks/haz)
301
Share :

INFORMASI LAINNYA