Kakanwil Kemenag NTB Mengklarifikasi Tudingan Media

Senin, 03 Maret 2014 07:55

Kakanwil Kemenag NTB Mengklarifikasi Tudingan Media

Mataram, Inmas 2/3/013_Program Talk Show Lombok Post TV yang di tayangkan setiap minggu malam. Pada edisi kali ini dilaksanakan lain dari biasanya, karena tidak hanya tema yang diangkat tetapi juga karena pada malam tersebut narasumber yang hadir adalah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bawaslu, Ketua Partai, Ombusdman dan Lembaga-Lembaga Sosial lainnya. seperti santer diberitakan oleh beberapa media baik cetak maupun elektronik termasuk Lombok Post TV beberapa hari ini tentang adanya indikasi pemanfaatan fasilitas negara/Kementerian untuk kegiatan kampanye partai tertentu. Kegiatan ini merupakan kegiatan mingguan yang disponsori oleh Museum NTB dalam rangka mempromosikan museum melalui media TV maupun cetak.

Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Usman ketika diminta klarifikasi tentang adanya tuduhan bahwa Kementerian Agama sudah dimanfaatkan untuk pemenangan salah satu partai politik, membatah dengan keras tuduhan tersebut. “Kami mengumpulkan seluruh satker yang ada di NTB untuk menjelaskan anggaran yang masih di bintang dan beberapa keluhan yang di sampaikan oleh kepala-kepala KUA kepada staf khusus Hj Ermalena kaitannya dengan gratifikasi yang dituduhkan kepada KUA saat ini untuk di teruskan kepada kemenag pusat agar program-program pusat dan daerah berjalan dengan baik dan tepat sasaran. aspirasi ini di sampaikan langsung kepada staf khusus Hj Ermalena yang kebetulan menghadiri undangan pada acara rapat yang dituduhkan kampanye tersebut” ungkapnya.

Lebih lanjut Kakanwil menambahkan bahwa, bukan kali ini saja kementerian Agama NTB dituding ikut terlibat politik, pada tahun sebelumnya ketika pemilihan kepala daerah, pernah disangkakan mendukung salah satu calon karena saat itu ada pertemuan tokoh agama yang di hadiri oleh gubernur. Padahal pertemuan tersebut dilakukan atas inisiatif dari Kementerian Agama NTB untuk membantu KPU dalam mensosialisasikan pilkada damai dengan bentuk membagikan khutbah jumat pilkada damai kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat. “Jadi kami sekarang serba salah bertindak, oleh karnanya untuk bantuan sosial yang akan di salurkan Kanwil tahun ini, saya perintahkan untuk di cairkan setelah pemilu agar tidak ada lagi tudingan seperti saat ini”.(mul)

343

INFORMASI LAINNYA