PERINGATAN ISRO’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW DI MTs N MODEL SELONG

Senin, 02 Juni 2014 10:46

PERINGATAN ISRO’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW DI MTs N MODEL SELONG

Selong_inmas -- Isra’ & Mi’raj merupakan peristiwa yang memiliki sejarah sangat penting bagi kehidupan umat islam  sampai saat ini, , karena peristiwa ini nabi SAW mendapat perintah dari ALLAH SWT untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Peringatan Isra’ & Mi’raj nabi Muhammad SAW, di MTsN Model Selong di peringati pada hari Jum’at tanggal 1 Sya’ban 1435 H/30 Mei 2014 bertempat di lapangan MTsN Model Selong. Peringatan Isra’ & Mi’raj ini dilakukan  sangat sederhana, karena hanya menghadirkan tausiyah yang di sampaikan oleh Bapak guru Zainuddin S.PdI. Beliau menyampaikan tausiyah setelah pembacaan surah yasin dan Do’a seperti sebagaimana biasa yang dilakukan pada hari Jum’at yaitu Imtaq.

Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan tentang bagaimana peristiwa Isra’ & Mi’raj itu terjadi. Peristiwa Isra’ & Mi’raj ini terjadi sekitar 1350 tahun yang lalu. Isra artinya perjalanan yang di lakukan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem, Palestina. Sedangkan Mi’raj artinya perjalanan yang di lakukan Rasulullah dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha yaitu ke langit paling tinggi, manusia biasa tidak akan mampu mengunjunginya. Untuk melakukan perjalanan tersebut beliau mengendarai Burra’ yaitu sejenis binatang berkaki empat yang berasal dari surga. Menurut penjelasan sebuah hadist Rasulullah melakukan perjalanan bersama dengan Malaikat Jibril,malaikat Izrail, dan malaikat Mikail. Perjalanan yang dilakukan hanya membutuhkan waktu satu malam ini, di lakukan untuk menerima perintah salat dari ALLAH SWT yaitu lima kali sehari semalam. Peristiwa ini terjadi setelah 10 tahun Nabi Muhammad SAW di angkat menjadi Rasul atau kurang lebih umur beliau pada saat itu 50 tahun.

Tausiyah yang di sampaikan oleh bapak guru Zainuddin ini, kesimpulannya peristiwa Isra’ & Mi’raj pada 27 Rajab di lakukan oleh Rasulullah hanya semalam dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa, kemudian dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat dari ALLAH SWT yakni lima kali dalam sehari semalam. Hikmahnya dari peristiwa ini yaitu agar kita rajin melaksanakan salat fardhu lima kali sehari semalam, dan juga salat salat Sunnah lainnya. Kita patut bersyukur karena sebenarnya ALLAH SWT memberikan perintah untuk salat sebanyak lima puluh kali sehari semalam, tetapi nabi Muhammad menawarkan untuk mengurangi jumlah salat,akhirnya ALLAH SWT, memberikan keringanan berupa mengurangi jumlah salat yaitu lima kali sehari semalam. Jadi, bagaimanapun keadaan kita tetaplah salat, karena merupakan perintah ALLAH SWT yang wajib di lakukan, salat mencegah perbuatan keji dan mungkar. ALLAH SWT memberikan kita keringanan semata mata agar kita sebagai umatnya tetap melaksanakan perintahnya dan menjauhi segala larangannya. J      

325
Share :

INFORMASI LAINNYA