Strategi Akurasi Data Dalam Menunjang Perencanaan Bagi Kemenag Kabupaten Lobar

Senin, 23 Juni 2014 11:53

Strategi Akurasi Data Dalam Menunjang Perencanaan Bagi Kemenag Kabupaten Lobar

Gerung Inmas, (23/6)_Dalam melaksanakan tugas terutama untuk pemvalidan data selalu disingkronkan, ini semua disebabkan salah satunya karena adanya mutasi yang setiap saat terjadi.

Banyak hal yang harus diselesaikan dengan segera terutama yang berkaitan dengan data, baik data pemeluk agama, data tempat ibadah, data tanah wakap, dan masih banyak lagi data-data yang lain. Di Indonesia masih banyak yang belum mengetahui manfaat data statistik. Padahal banyak data dan informasi yang bernilai strategis, bahkan saat ini data telah menjadi kebutuhan pokok berbagai pihak, adalah sangat mustahil apabila terdapat suatu kebijakan tanpa didasari oleh data Salah satunya di urusan kepegawaian, ada data jumlah pegawai, data dupag, data simpeg dan lain sebagainya, “Data harus benar, sesuai keadaan rill, data-data ini sangat perlu adanya” ungkap salah satu staf yang ada di Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, melihat ilustrasi itu terbayang betapa besar manfaat data tersebut bagi pengambilan kebijakan. Manfaat pentingnya data bukan hanya dirasakan Pemerintah saja, para pengusaha tentunya juga sangat mengandalkan data dalam pengambilan keputusan bisnis. Itulah sebabnya kenapa selama ini Kementerian Agama meminta data dari masyarakat.

Untuk menyusun sebuah perencanaan yang baik diperlukan data yang akurat sebagai dasar menetapkan target dan tujuan yang ingin dicapai. Kesalahan data yang digunakan mengakibatkan perencanaan yang dibuat tidak akan berguna. Dalam istilah sistem informasi dikenal istilah Gigo (garbage in garbage out) maksudnya adalah apabila input datanya sampah maka yang dihasilkan adalah sampah pula. Demikianlah data memegang peran yang sangat penting dalam sebuah formulasi perencanaan.

Peran dan fungsi data dalam perencanaan pembangunan merupakan hal yang sangat penting sebagai dasar menentukan kebijakan sekaligus sebagai alat untuk melakukan evaluasi terhadap hasil perencanaan yang telah dilaksanakan. Input data yang salah dalam merumuskan sebuah perencanaan maka akan menghasilkan perencanaan yang salah pula. (miq olah)

360

INFORMASI LAINNYA