Begini Keakraban pada Serah Terima Jabatan dan Acara Pisah Kenal Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB

Kamis, 25 September 2014 12:14

Begini Keakraban pada Serah Terima Jabatan dan Acara Pisah Kenal Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB

Mataram, Inmas_ Tanggal 25 September 2014 mungkin hari biasa bagi kebanyakan orang. Tidak ada hari perayaan penting maupun upacara meriah nan semarak. Namun hari ini adalah hari penting bagi perjalanan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB. Hari ini adalah hari dimana dilaksanakan Serah Terima Jabatan dan Acara Pisah Kenal Kepala Kanwil, Drs. H. Usman kepada Kakanwil baru, Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH. Memang sering terjadi pergantian jabatan dan mutasi tempat, namun ini adalah sejarah baru pelaksanaan “mesin” pemerintahan khususnya lingkup Kanwil Kemenag Provinsi NTB. Suasana kekeluargaan tampak jelas dalam prosesi acara ini. Hal ini tampak jelas ketika jabat tangan antara Kakanwil Drs. H. Usman dengan penerusnya Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH yang Rabu Kemarin (24/9/2014) dilantik di Jakarta, ketika saling bercengkrama di depan deretan kursi tamu acara. Kedua sosok ini saling melayangkan ciuman dan saling merangkul, tampak keduanya pun cukup familiar dan sangat akrab.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Tata Usaha, Drs. H. Sirojuddin, MM menyatakan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Drs. H. Usman atas jasa, tenaga, dan usaha beliau selama menjabat. Diceritakannya bahwa H. Usman adalah sosok yang familiar dan dekat dengan kami. Sirojuddin juga mendoakan semoga H. Usman memperoleh karir yang baru dan dimudahkan segala urusannya oleh Allah SWT. Tidak lupa juga Sirojuddin yang juga mewakili seluruh jajaran Kanwil menyampaikan permohonan maaf jika dalam keseharian maupun dalam pekerjaan terdapat kekurangan, kesalahan maupun khilaf. Membuka kata sambutannya, Drs. H. Usman mengutip lantunan ayat suci Al-Qur’an (seperti disampaikan pada pembukaan acara) bahwasanya jabatan tidaklah kekal. Menurutnya, jabatan merupakan amanat, yang diakuinya ketika dilantik (dulu,-red) bahwa ia ingin menggunakan jabatan untuk membantu orang lain. “Saya cinta pekerjaan, bukan jabatan,” tegasnya. Pria yang pernah menjabat sebagai Kakandepag Lombok Tengah ini juga menyampaikan permohonan maafnya karena dalam melaksanakan tugas, selama 32 tahun di Kementerian Agama, juga pernah melakukan kesalahan, “Saya mengakui bahwa ketika melaksanakan pekerjaan saya, saya pernah salah. Menutup sambutannya, PNS yang memulai karier pada 1 Maret 1982 ini meminta kepada segenap jajaran Kanwil Kemenag Prov. NTB untuk membantu meneruskan jalannya kegiatan, dan mengingatkan kiranya ditegur jika terjadi kesalahan maupun kekeliruan.

Sambutan Kepala Kanwil Kemenag baru menyampaikan bahwa banyak tugas yang harus diselesaikan dalam perjalanan Kementerian Agama, khususnya terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan. Ia menegaskan bahwa tiga unsur penting dimaksud adalah pelayana haji, Urusan Agama khususnya KUA, dan perhatian khusus mengenai pendidikan pada madrasah. Kakanwil menambahkan bahwa perlu adanya komunikasi dan kerjasama yang baik antara kantor Kemenag dengan Perguruan Tinggi Agama Islam untuk meningkatkan kualitas madrasah. Dikatakan bahwa guru madrasah perlu perhatian, terutama terkait peningkatan kualitas.

Acara ini dihadiri oleh seluruh pejabat eselon III dan IV serta karyawan dan karyawati lingkup Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota Se-NTB, Pejabat eselon III lingkup Kemenag Kab/Kota se-pulau Lombok, Kepala Madrasah Negeri Se-pulau Lombok, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Organisasi Kemahasiswaan, Lembaga dan Ormas Kemasyarakatan, Ormas Keagamaan, dan undangan lainnya. amr

527
Share :

INFORMASI LAINNYA