Pertemuan, Pembinaan dan Arisan Dharma Wanita Kemenag Lobar

Rabu, 11 Februari 2015 17:22

Pertemuan, Pembinaan dan Arisan Dharma Wanita Kemenag Lobar

Gerung Inmas, 12/2_”Kegiatan seperti ini sangat perlu diselingi dengan pemahaman kesehatan, termasuk bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan” ungkap Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat H. Muhammad Abu Arif Aini, S.Ag, M.Pd mewakili Kepala Kemenag Kabupaten Lobar dalam acara pertemuan, pembinaan dan arisan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kemenag Lobar di Aula Kemenag Kabupaten Lobar, Rabu, 12 Februari 2015.

Lanjut dikatakan H. Abu Arif Aini dalam arahannya sangat mengharapkan dukungan moril dari Ibu-ibu Dharma Wanita kepada suaminya, terutama untuk mengingatkan para suaminya masuk kerja tepat waktu, ini dimaksudkan untuk tetap disiplin masuk dan pulang kerja, ungkap Beliau penuh harap kepada Ibu-ibu Dharma Wanita.

Dalam Kesempatan yang sama tausiyah disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Drs. H. Safarudin, M.Ag terkait arti dan makna dari sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrohmah, “Sebuah perkawinan itu harus dilandasi dengan cinta dan untuk terwujudnya perkawinan tersebut menjadi keluarga yang sakinah dan mawaddah harus dipenuhi dengan Rahmah/kasih saying” mengawali tausiyahnya kepada Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kabupaten Lobar.

Untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah perlu melalui proses yang panjang dan pengorbanan yang besar, di antaranya: 1. Pilih pasangan yang shaleh atau shalehah yang taat menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah SWT. 2. Pilihlah pasangan dengan mengutamakan keimanan dan ketaqwaannya dari pada kecantikannya, kekayaannya, kedudukannya. 3. Pilihlah pasangan keturunan keluarga yang terjaga kehormatan dan nasabnya. 4. Niatkan saat menikah untuk beribadah kepada Allah SWT dan untuk menghidari hubungan yang dilaran Allah SWT

5. Suami berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dengan dorongan iman, cinta, dan ibadah. Seperti memberi nafkah, memberi keamanan, memberikan didikan islami pada anak istrinya, memberikan sandang pangan, papan yang halal, menjadi pemimpin keluarga yang mampu mengajak anggota keluaganya menuju ridha Allah dan surga -Nya serta dapat menyelamatkan anggota keluarganya dario siksa api neraka. 6. Istri berusaha menjalankan kewajibann ya sebagai istri dengan dorongan ibadah dan berharap ridha Allah semata. Seperti melayani suami, mendidik putra-putrinya tentan agama islam dan ilmu pengetahuan, mendidik mereka dengan akhlak yang mulia, menjaga kehormatan keluarga, memelihara harta suaminya, dan membahagiakan suaminya.

7. Suami istri saling mengenali kekurangan dan kelebihan pasangannya, saling menghargai, merasa saling membutuhkan dan melengkapi, menghormati, mencintai, saling mempercai kesetiaan masing-masing, saling keterbukaan dengan merajut komunikasi yang intens. 8. Berkomitmen menempuh perjalanan rumah tangga untuk selalu bersama dalam mengarungi badai dan gelombang kehidupan. 9. Suami mengajak anak dan istrinya untuk shalat berjamaah atau ibadah bersama-sama, seperti suami mengajak anak istrinya bersedekah pada fakir miskin, dengan tujuan suami mendidik anaknya agar gemar bersedekah, mendidik istrinya agar lebih banyak bersukur kepada Allah SWT, berzikir bersama-sama, mengajak anak istri membaca al-qur’an, berziarah qubur, menuntut ilmu bersama, bertamasya untuk melihat keagungan ciptaan Allah SWT. Dan lain-lain.

10. Suami istri selalu memohon kepada Allah agar diberikan keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah. 11. Suami secara berkala mengajak istri dan anaknya melakukan instropeksi diri untuk melakukan perbaikan dimasa yang akan datang. Misalkan, suami istri, dan anak-anaknya saling meminta maaf pada anggota keluarga itu pada setiap hari kamis malam jum’at. Tujuannya hubungan masing-masing keluarga menjadi harmonis, terbuka, plong, tanpa beban kesalahan pada pasangannnya, dan untuk menjaga kesetiaan masing-masing anggota keluarga. 12. Saat menghadapi musibah dan kesusahan, selalu mengadakan musyawarah keluarga. Dan ketika terjadi perselisihan, maka anggota keluarga cepat-cepat memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan nafsu amarahnya.

Demikian nasehat yang disampaikan Kasi Bimas Islam dalam Tausiyahnya dihadapan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat. (miq olah).

382
Share :

INFORMASI LAINNYA