Berkorban Dalam Menegakkan Kebaikan Dan Kebenaran

Kamis, 24 September 2015 18:36

Berkorban Dalam Menegakkan Kebaikan Dan Kebenaran

Mataram Inmas,_Salah satu yang amat kita butuhkan dalam menjalani kehidupan yang baik adalah keteladanan dari sosok pigur yang bisa diteladani untuk bisa dijadikan tolok ukur penilaian dalam perjalanan hidup kita apakah sudah baik atau belum, oleh karena itu pada hari raya Idul Adha 1436 H ini Khotib Idul Adha mengajak kita semua kaum ummat Islam untuk mengenang kembali Manusia Agung yang diutus Allah SWT untuk menjadi Nabi dan Rasul.

Himbauan Khatib Ust. Abdul Aziz salah seorang Karyawan Kanwil Kemenag Prov. Nusa Tenggara Barat pada Khotbahnya dalam Sholat Id yang diselenggarakan di Masjid Al-Ikhlas Mastoeno Mavilla Rengganis Desa Bajur Labuapi untuk mengingat kembali bagaimana keikhlasnya seorang Nabi Ibrahim as beserta keluarga Ismail as dan siti hajar tentang keagungan pribadinya membuat kita bahkan Nabi Muhammad Saw harus mampu mengambil keteladanan dirinya yang Mereka tunjukkan kepada kita kaum Muslimin.

Firman Allah SWT dalam surat Al-Mumtahanah [90]:4) mengatakan “Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan Dia”, ada 4 hikmat yang menjadi isyarat bagi kaum Muslimin untuk mewujudkannya dalam kehidupan ini atas berbagai persoalan besar yang menghantui kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, pertama adalah meninggalkan yang haram dan melakukan yang halal, Kedua adalah bergerak untuk kebaikan dan berkorban, Ketiga adalah menjadikan Masjid sebagai pergerakan dan yang keempat adalah keinginan untuk memiliki ilmu.

Selanjutnya Khatib juga mengatakan bahwa amal saleh adalah segala perbuatan yang berguna bagi pribadi, keluarga, kelompok dan manusia secara keseluruhan, dengan demikian maka orang yang saleh adalah orang yang menjalani kehidupan yang sesuai dengan ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya sehingga member manfaat kebaikan dan tidak mengakibatkan kerusakan atau kemudaratan bagi dirinya dan orang lain, baik didunia maupun diakherat kelak.

Karena begitu penting menjadi saleh selain Nabi Ibrahim, kita kaum Muslimin pada khususnya juga dianjurkan untuk berdoa agar kita dimasukkan dalam kelompok orang-orang yang shaleh, oleh karenanya kesempatan hidup kita yang sangat terbatas ini harus kita gunakan dalam mengukir sejarah hidup yang mulia sehingga akan menjadi pembicaraan yang baik saat kita sudah wafat nanti, bukan kita ingin mendapat pujian, tapi karena memang hanya kebaikan yang boleh dibicarakan tentang kita.

Penulis dapat menyimpulkan bahwa pelajaran yang kita dapat ambil dari keteladanan Nabi Ibrahim as adalah menuntut kita untuk selalu berusaha dalam memperbaiki diri dan keluarga serta memperbaiki orang lain untuk selanjutnya harus bergerak dalam menegakkan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran serta mau berkorban untuk mencapainya. (miq olah)

342
Share :

INFORMASI LAINNYA

PROGRAM KERJA TAHUN 2017 DITINGKATKAN
Minggu, 15 Januari 2017 20:02
Kamis, 01 Januari 1970 07:00