K-13 Bercita-cita Luhur Dalam Menjadikan Anak Bangsa Yang Berkarakter

Selasa, 19 April 2016 08:28

K-13 Bercita-cita Luhur Dalam Menjadikan Anak Bangsa Yang Berkarakter

Mataram INMAS,_Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Drs. H. Sirojudin, MM membuka secara resmi dimulainya kegiatan Orientasi Guru Pendidikan Agama Katholik, dimana rencana kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 18 sampai dengan 20 April 2016 bertempat di Jayakarta Hotel Senggigi.

Semestinya kegiatan Orientasi ini akan dibuka langsung Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, namun kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan dalam waktu yang bersamaan, maka kegiatan orientasi ini H. Sulaiman Hamid memerintahkan Kepala Bagian Tata Usaha Drs. H. Sirojudin untuk mewakili Ka-Kanwil membuka kegiatan Orientasi Guru Pendidikan Agama Katholik tersebut.

Dalam sambutan dan arahannya H. Sirojudin mengatakan bahwa cita-cita dari Kurikulum 2013 sangat luhur atas keinginannya menjadikan anak Bangsa menjadi anak bangsa yang berkarakter, berbudi pekerti, berakhlak mulia melalui pembelajaran yang disampaikan para Guru kepada siswa didiknya, walaupun ada sedikit kendala dalam menjalankan Kurikulum 2013 ini.

Lanjut dikatakan H. Sirojudin bahwa dalam menghadapi permasalahan yang timbul tersebut, ada beberapa komponen yang harus ikut terlibat dalam mensukseskan K-13 ini, diantaranya adalah masyarakat atau orang tua dari anak didik kita sendiri dengan harapan ada umpan baik (Peedback) tentang bagaimana pelaksanaan K-13 walaupun masyarakat kita belum terbiasa dengan K-13 tersebut.

Yang perlu diingat, lanjut dikatakan H. Sirojudin bahwa Guru sebagai pengelola kegiatan belajar mengajar didalam kelas berperan sangat penting untuk mengantarkan anak didik memahami pengetahuan dan mempunyai iman yang mumpuni ditengah kehidupan sehari-hari, maka seorang Guru harus menguasai kurikulum yang telah ditetapkan Pemerintah sebagai pendukung dalam mencerdaskan anak Bangsa.

Sebelumnya Ketua Panitia Penyelenggara Drs. Benediktus Haro melaporkan tujuan dari Orientasi ini untuk mewujudkan generasi Bangsa Indonesia yang bermartabat, disamping itu juga untuk lebih beradab dan berbudaya serta untuk semakin mendekatkan diri dengan Allah dalam kehidupan kita sehari-hari serta yang paling penting adalah membina dan mendidik anak-anak kita menjadi generasi muda yang inovatif, yang diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari Guru Agama Katholik di tingkat SD, SMP dan SMA/SMK se Nusa Tenggara Barat. (miq olah)

303
Share :

INFORMASI LAINNYA