Kegiatan Orientasi Pekan Penghayatan Dhamma Bagi Pelajar Buddhis

Senin, 27 Juni 2016 12:40

Kegiatan Orientasi Pekan Penghayatan Dhamma Bagi Pelajar Buddhis

 Senggigi- Bimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. NTB laksanakan kegiatan Orientasi Pekan Penghayatan Dhamma Bagi Pelajar Buddhis yang akan dilaksanakan mulai dari Minggu s.d Selasa, 26 s.d 28 juni 2016 bertempat di Hotel Jayakarta Senggigi. Dalam laporannya Pembimas Buddha Kanwil Kemenag. Prov. Ntb bapak Suliarna, S.Ag., M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini dikemas dengan cara yang berbeda yaitu dengan menyeimbangkan antara pemberian pemahaman agama secara teori dan praktik dalam Buddhisme yaitu belajar tentang sila, samadhi/bhavana baik samatha bhavana maupun vippasana baik di dalam ruangan tetapi juga diluar ruangan/outbond untuk membangun keteguhan keyakinan pada buddha dhamma, kebersamaan serta hidup dalam berkesadaran. Beliau juga akan terus mengupayakan dan mengharapkan peningkatan kegiatan-kegiatan serupa dan bahkan terobosan –terobosan lainnya.

 

Kegiatan ini dibuka oleh Kakanwil Kemenag. Prov. NTB yang diwakili kepala bagian tata usaha bapak Drs. H. Sirojuddhin MM. Dalam sambutan dan pengarahannya beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini, terlebih dengan para peserta yang semuanya merupakan pemuda dan pelajar, beliau berpesan para pemuda dan pelajar terus berjuang mencontoh perjuangan Sang Buddha Gotama, tentunya perjuangan pemuda dalam masa kekinian. Ditangan pemuda sebagai tulang punggung bangsa yang memegang idealisme dan masa depan negara, beliau juga menyitir kata-kata Presiden Republik Indonesia Pertama  Ir. Soekarno “berikan saya seratus pemuda maka akan aku guncang dunia” tentunya perjuangan dalam menempuh pendidikan yang lebih baik untuk menggapai masa depan, menghindari aksi-aksi pornografi, narkoba, dan berbagai tantangan hidup yang kian komplek tentunya.

 

Beliau juga terkesan dengan para peserta yang semuanya berpakian putih-putih yang melambangkan kesucian serta para peserta yang belajar lebih banyak dengan posisi duduk bersila/lesahan yang disebutnya sebagai model belajar paling awal namun memiliki efektivitas tinggi. Kepada para peserta beliau berpesan untuk menjadi pembelajar teman sebaya, yaitu setelah pulang dari kegiatan ini menjadi agen-agen yang mengajak dan menularkan pemahaman agama kepada teman-temannya untuk terus mengamalkan /melaksanakan ajaran agama khsusnya Agama Buddha dengan sebaik-baiknya (SR)

 

330
Share :

INFORMASI LAINNYA