DIRJEN BIMAS KRISTEN, MENGAJAK KITA MERENUNGKAN POLA PELAYANAN

Kamis, 30 Juni 2016 10:02

DIRJEN BIMAS KRISTEN, MENGAJAK KITA MERENUNGKAN POLA PELAYANAN

Mataram _ Inmas, Dirjen Bimas Kristen Dr. Oditha Hutabarat membuka Kegiatan Workshop Pemberdayaan Keluarga Kristen serta Dialog Interen Tokoh Gereja dan Lembaga Keagamaan Kristen Prov NTB tanngal 29 Juni 2016 dilaksanakan di Puri Saron Hotel Senggigi yang di selenggarakan oleh Bimas Kristen Kanwil Kementrian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Prov NTB diwakili oleh Kabag TU Drs. H. Sirojudin, MM, Kabid Bimas Kristen Anton, Ketua PGI NTB suwardi S.Th, Pimpinan Gereja se Nusa Tenggara Barat,

Sambutan Dirjen Bimas Kristen Dr. Oditha Hutabarat menyampaikan mengenai Era Postmodern  yakni merupakan era dimana terjadi perubahan yang meninggalkan cara berpikir dan pola hidup modern. Salah satu ciri postmodern adalah mengedepankan relativisme.

Kebenaran adalah soal perspektif, tergantung dari sudut pandang mana saja, termasuk tergantung dari sudut pandang agama manapun. Selain berdasarkan perspektif, kaum postmo juga menekankan bahwa kebenaran itu adalah temporal, bisa berubah sesuai konteks, sehingga dapat disimpulkan bahwa postmodern menolak segala kebenaran objektif dan mutlak, sehingga kebenaran yang layak di percaya adalah “kebenaran bersifat relatif”, dimana kepercayaan terhadap akal budi digantikan dengan kepercayaan terhadap pengalaman atau perasaan tiap-tiap individu berdasarkan pengalaman “kata Dirjen Bimas Kristen Oditha  Hutabarat”.

Dengan berubahnya pola hidup masyarakat yang menjadi sasaran misi gereja, maka gereja perlu kembali merenungkan pola-pola pelayanan yang selama ini dianut dengan mantap. Pola-pola lama yang berhasil di masa lampau belum tentu relevan dengan sekarang ini. Gereja perlu menata ulang kembali strategi pelayanannya untuk menjawab kebutuhan jemaat, sesuai dengan tantangan jaman yang sedang dihadapi jemaat. Sehingga gereja perlu secara seimbang membawa jemaat kepada pengertian yang benar tentang kekristenan sekaligus membawa jemaat kedalam pengalaman rohani yang sejati. Disamping itu gereja juga perlu memobilisasi kebersamaan jemaat dengan acara-acara yang mengakbrakan antar jemaat “tutur Oditha  Hutabarat.

Beliau melanjutkan, “ konflik yang bernuansa SARA yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia sampai saat ini belum dapat di selesaikan dengan baik. konflik yang bermula dari permasalahan sosial, ekonomi dan politik dapat berkembang menjadi konflik agama karena munculnya solidaritas antar kelompok yang berbeda pandangan keagamaan. Agama yang diharapkan menjadi pemersatu dalam masyarakat dikhawatirkan dapat menjadi pemicu perpecahan antar kelompok masyarakat yang sebabkan kurangnya pemahaman tentang esensi ajaran agama. Sehingga untuk menjadikan bangsa Indonesia, bangsa yang makmur dan sejahtera, tentunya bukanlah jalan yang mudah, karena harus menempuh jalan yang berliku serta kerikil yang tajam yang seringkali merintangi. Namun  untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur tentunya tidak lepas dari peranan pembangunan di bidang agama”.

Sehingga Pancasila diharapkan sebagai jalan hidup yang akan dapat mengatasi masalah yang paling mendasar dihadapai bangsa Indonesia. Dengan begitu Pancasila akan dapat pula tetap menjadi falsafah dan ideologi bagi masyarakat Indonesia yang modern dimana salah satu silanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila tersebut diejawantahkan dalam bentuk pembangunan di bidang agama. Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila guna menanggulangi kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme, dan kerusakan lingkungan “ tutur Oditha K Hutabarat dalam sambutannya.

Sebelumnya sambutan Ketua Panitia tujuan kegiatan untuk pengayom akhlak dan moral manusia dan menanggulangi bahaya Terorisme dan faham Radikalisme. Sambutan Kakanwil Kemenag Prov NTB diwakili oleh Kabag TU Drs. H. Sirojudin, MM kegiatan ini sangat penting diikuti secara sungguh-sungguh, terkait dengan kerukunan  umat beragama di NTB sangat Kondusif atas kerjasama semua Tokoh Agama dan tokoh masyarakat imbuhnya. Muhamad.........

 

 

 

 

 

323

INFORMASI LAINNYA