JAMAAH ISTITO’AH SEBAGAI EKONOMI HARUS ISTITO’AH SECARA KESEHATAN

Jumat, 12 Agustus 2016 12:57

JAMAAH ISTITO’AH SEBAGAI EKONOMI HARUS ISTITO’AH SECARA KESEHATAN

Mataram – Inmas, Rapat pemantapan pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah Haji tahun 1437 H / 2016 M tanggal 11/08/2016 di laksanakan di Asrama Haji Mataram dan  di hadiri oleh Kakanwil Kemenag Prov NTB, Asisten Administrasi Umum dan Kesra Pemprov NTB, Kepala UPT Asrama Haji Mataram, Kepala Kantor Bea Cukai Prov NTB, DPJ Imigrasi Wilayah Hukum HAM Prov NTB, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Mataram, Karo UPS Polda, Jenderal Maneger Angkasa Pura, Jenderal Maneger Garuda.

Sambutan Kepala RSU Prov NTB menyampaikan pemberangkatan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya berdasarkan Fatwa MUI. Menteri Agama, dan Menteri Kesehatan  nomor 15 tahun 2015 bahwa dalam  Istito’ah itu ada 4 katagori, yaitu :  1. Memenuhi syarat untuk melaksanakan ibadah haji, 2. Memenuhi syarat istito’ah dengan pendampingan, 3. Tidak memenuhi syarat istito’ah 4. Yang memberi syarat istito’ah,

Sementara itu ada 4 macam penyakit yang dapat membatalkan keberangkatan jemaah Haji yaitu : 1. penyakit Kengker stadium 4, 2. Jantung stadium 4, 3. Penyakit TBS kebal dengan obat dan 4.  penyakit yang dipastikan petugas Medis merupakan penyakit menular. Beberapa penyakit tersebut kalau ada yang diderita oleh calon jemaah haji dan  tetap diberangkatkan maka bisa jadi jamaah haji 1 kloter akan menular oleh penyakit tersebut. Kaitan hal tersebut maka untuk mengeluarkan Fatwa Istito’ah kesehatan bagi jamaah haji dilakukan sambil berjalan karena tidak serta merta Dinas Kab/Kota menerapkan ini dengan sempurna, tidak istito’ah dimasukkan di Asrama Haji.

Lebih lanjut dikatakan Kepala RSU Prov NTB meminta dukungan Kepala embarkasi melakukan pengecekan kebersihan lingkungan Asrama, kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Agama terkait dengan pemeriksaan pengusaha katering apa layak di konsumsi atau tidak, kemudian Dinas kesehatan diminta untuk memastikan berdasarkan Edaran Dirjen UPT menegaskan kalau ada Jamaah atau petugas yang belum melakukan vaksin dibatalkan pemberangkatannya bila   terlanjur masuk asrama dan 10 hari kemudian baru diberangkatkan.

Selain itu  diminta juga kepada Kepala Kanwil Kemenag Prov NTB agar mengingatkan petugas pada Kab/Kota TPHI, TPHD ada Edaran dari Dirjen selama musim Haji disiapkan 6 tempat tidur di RSU Prov NTB disiapkan kamar didukung 10 orang Dokter Spesialis untuk membuat keputusan dalam 1-20 jam boleh berangkat atau tidak mengacu aturan Dirjen penerbangan Internasional, kemudian Jamaah Haji dilarang keras makan makanan selain disediakan di Asrama Haji dikhawatirkan akan sakit perut makanan di Asrama aman sehat dikonsumsi.

Akhirnya Kepala RSU Prov NTB meminta kepada Kepala Asrama Haji 3 hari sebelum Jamaah haji masuk Asrama Haji dan dilakukan foging dilingkungan Asrama Haji, serta memberikan pelayanan yang baik dan maksimal kepada Jamaah haji ,menyiapkan Dokter di Asrama Haji selama musim Haji yang akan standby selama 24 jam untuk  menentukan apakah laik terbang atau tidak, kemudian membagikan buku kesehatan dan memberikan nomor pada buku kesehatan melalui Karu Karom . Semuanya harus disampaikan kepada Jamaah Haji tegasnya. Muhamad.....

 

 

 

 

333
Share :

INFORMASI LAINNYA