PEMBINAAN PENTASHIHAN MUSHAB AL-QUR’AN DAN PENGAWASAN MUSHAB AL-QUR’AN DI INDONESIA

Rabu, 17 Agustus 2016 12:47

PEMBINAAN PENTASHIHAN MUSHAB AL-QUR’AN DAN PENGAWASAN MUSHAB AL-QUR’AN DI INDONESIA

Mataram – Inmas, Kepala Lajna dan Mushab Al-Qur’an menggelar pembinaan Pentashihan Mushab Al-Qur’an tanggal 15/08/2016 dilaksanaka di Golden Tulip Hotel di hadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH. Kepala Bidang Bimas Islam, H. Muhammad Amin, M.Pd, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim, MUI Kota Mataram TGH. Muhtar, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat.

Sambutan Kepala Lajna dan Mushab Al-Qur’an Dr. H. Muhlis Muh. Hanafi, MA menyampaikan kegiatan ini untuk musyawarah bagaimana kita memiliki kesadaran tentang pentinya pemahaman mushab Al-Qur’an yang beredar itu tidak ada kesalahan sedikitpun, dan hal ini  tentu melibatkan banyak pihak dan prosesnya cukup panjang. Pada waktu pelaksanaan MTQ Nasional ke XXV tahun 2014 di Riau, di salah cabang Mushab AlQur’an yang digunakan dalam pelaksanaan MTQN itu ada kekeliruan dimana kekeliruan tersebut bukan dikarenakan salah tulis tetapi halamannya melompat dan tidak berurutan. Dengan adanya kejadian tersebut  ada salah satu Dewan Hakim yang melaporkan kejadian kesalahan percetakan mushab Al-Qur’an tersebut. Oleh karena itu  Kepala Lajna mengajak kepada para peserta agar meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemahaman Mushab Al-Qur’an yang beredar sehingga tidak ada kesalahan sedikitpun, karena sasarannya adalah masyarakat luas. H. Muhlis Muh.Hanafi selaku perpanjangan tangan Kepala Lajna dan Kementerian Agama merasa bertanggung jawab akan hal tersebut dan mengajak para peserta untuk berupaya  bagaimana caranya agar  Pemerintah Republik Indonesia ikut pula bertanggung jawab didalam menjaga Mushab Al-Qur’an.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kita semua sudah sama-sama mengetahui dan mendengar dalam  MTQN XXVI 2016 yang baru saja pelaksanaannya di Kota Mataram  bahwa bagaimana Al-Qur’an dibaca dengan suara yang begitu indah dengan  berbagai variasi bacaannya juga  kiraahnya. Lalu bagaimana Mushab Al-Qur’an difahami dalam kegiatan tafsir cabang Fahmil Al-Qur’an serta bagaimana upaya - upaya yang dilakukan guna mengetahui  bahwa  Mushab Al-Qur’an yang telah dicetak bisa dipastikan kesalahannya.

Sementara itu Di Kementerian Agama sendiri ada 4 bagian yang mengurus kaitan dengan masalah Al Qur'an, diantaranya : 1. Pendidikan Al-Qur’an oleh Dirjen Pendidikan Islam, dimana disini ada Sub-sub Pendidikan Islam seperti Direktorat Pondok Pesantren, dan Pendidikan Diniah Pondok Pesantren, 2. MTQ Dirjen Bimas Islam yaitu  Dirjen Penerangan Agama yang mempunyai tugas mengurus masalah  MTQN XXVI 2016 baru lalu dan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat. 3. Pengadaan percetakan Al-Qur’an oleh Bimas Islam Direktorat Agama Islam yang melakukan pengadaan Mushab Al-Qur;an . 4. Bagian Litbang Kepala Lajna Bimas Islam Pentashihan dan kajian Al-Qur’an serta penyimpanannya dalam bentuk museum Al-Qur’an. Muhamad.........

 

 

 

253
Share :

INFORMASI LAINNYA